Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Izinkan Fan ke Turki, Inggris Minta Final Liga Champions di Wembley

Pemerintah Inggris melarang suporter Manchester City dan Chelsea pergi ke Turki untuk menyaksikan final Liga Champions Eropa antara kedua tim tersebut. Inggris memasukkan Turki sebagai zona merah Covid-19. Selanjutnya Pemerintah Inggris meminta UEFA memindahakan pertandingan itu ke Wembley.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 08 Mei 2021  |  10:47 WIB
Trofi Liga Champions - Reuters
Trofi Liga Champions - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Fans Chelsea dan Manchester City tidak boleh datang ke Turki untuk menyaksikan langsung final Liga Champions Eropa, kata Pemerintah Inggris setelah menambahkan Turki ke daftar merah perjalanan Inggris akibat pandemi Covid-19.

Agar pertandingan itu tetap dapat disaksikan langsung penontoin di stadion, Pemerintah Inggris telah meminta otoritas sepak bola Eropa, Union of European Football Associations (UEFA), untuk memindahkannya ke Inggris.

Pertandingan final Liga Champions Eropa antara dua kontestan Liga Primer Inggris itu akan berlangsung di Stadion Ataturk di Istanbul, Turki, pada 30 Mei dini hari WIB.

Menteri Transportasi Grant Shapps mengatakan negara-negara daftar merah Covid-19 "tidak boleh dikunjungi kecuali dalam keadaan yang paling ekstrem".

Dia menambahkan bahwa pemerintah terbuka untuk menggelar pertandingan final tersebut di Inggris.

Sebelumnya UEFA merencanakan memberi masing-masing klub tersebut minimal 4.000 tiket untuk pertandingan di Istanbul.

Schapps mengatakan bahwa Football Association (FA) dalam pembicaraan dengan UEFA tentang pemindahan lokasi pertandingan, tetapi itu "pada akhirnya keputusan untuk UEFA".

"Inggris memiliki rekam jejak yang sukses dalam menyelenggarakan pertandingan dengan penonton, sehingga kami berada di posisi yang tepat untuk menggelarnya," ujarnya.

"Kami sangat terbuka untuk itu, tetapi pada akhirnya itu keputusan yang harus dibuat UEFA. Namun, mengingat itu adalah dua klub Inggris di final, kami menantikan untuk mendengar apa yang mereka katakan."

BBC mewartakan pada Sabtu (8/5/2021) bahwa Pemerintah Inggris akan mencari solusi untuk keadaan apa pun yang muncul di sekitar final, termasuk menjajaki pengecualian perjalanan untuk pemain dan staf klub.

Warga negara Inggris yang kembali dari negara-negara daftar merah diharuskan untuk melakukan karantina di hotel yang disetujui pemerintah selama 10 hari.

Karantina berpotensi berdampak pada pemain yang terlibat dalam Euro 2020, yang dimulai pada 11 Juni.

Jika final akan beralih ke Inggris, Stadion Wembley di London, yang merupakan tempat paling jelas, sudah siap untuk menggelar final play-off Championship pada 29 Mei.

Namun, jika diminta untuk pindah oleh UEFA, English Football League (EFL) akan mempertimbangkannya dan dewan akan membuat keputusan terakhir.

Chelsea Supporters Trust mengatakan akan bertemu UEFA pekan ini dan akan meminta final dipindahkan ke Inggris, sementara kelompok penggemar Manchester City mengatakan mereka akan memperbarui seruan mereka untuk memindahkan pertandingan dari Istanbul.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chelsea Liga Champions Manchester City

Sumber : BBC

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top