Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sudah Tepat! Ini Aturan FIFA yang Menjelaskan Tiga Kartu Merah Pemain Singapura

Sudah Tepat! Ini Aturan FIFA yang Menjelaskan Tiga Kartu Merah Pemain Singapura
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Desember 2021  |  15:55 WIB
Loading the player ...
Hasil Indonesia vs Singapura leg kedua semifinal Piala AFF 2020 - Youtube
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tiga pemain Timnas Singapura mendapatkan kartu merah saat berjumpa Indonesia dalam leg kedua semifinal Piala AFF 2020 Sabtu (26/12/2021) malam di National Stadium.

Pelatih Singapura asal Jepang Tatsuma Yoshida memberikan komentar soal keputusan wasit Qasim Matar asal Oman tersebut.

"Kartu kuning pertama Safuwan bukan pelanggaran, sementara kartu kuning Irfan dan Hassan merupakan hasil dari usaha mereka. Itu (keputusan wasit) sulit diterima, tetapi saya mencoba (untuk menerimanya)," kata Tatsuma usai pertandingan.

Namun berdasarkan aturan yang dikeluarkan FIFA, ketiga pemain Singapura tersebut memang layak diganjar dengan kartu merah oleh wasit Qasim Matar.

Bek Safuwan Baharuddin menjadi pemain Singapura pertama yang mendapatkan kartu merah pada akhir babak pertama. Safuwan mendapatkan kartu kuning kedua setelah terlibat cekcok dengan Rizky Ridho saat Singapura mendapatkan hadiah tendangan bebas.

Kartu kuning pertama didapatkan Safuwan pada awal babak pertama setelah dia melanggar Witan Sulaeman di tepi kotak penalti. Dia sempat melancarkan protes keras kepada wasit dengan mengacungkan tangannya.

Berdasarkan panduan dalam Law of the Game yang dikeluarkan FIFA disebutkan seorang pemain bisa mendapatkan kartu kuning jika melakukan beberapa hal. Diantaranya adalah ketika melakukan pelanggaran yang berpeluang menghentikan serangan lawan.

"Melakukan pelanggaran lain yang mengganggu atau menghentikan serangan yang menjanjikan (bagi lawan), kecuali jika wasit memberikan tendangan penalti untuk pelanggaran yang merupakan percobaan untuk memainkan bola," tulis hukum ke-12 Law of the Game FIFA.

Dalam pelanggaran itu, Witan memang berpeluang untuk mencetak gol jika tak mendapatkan pelanggaran dari Safuwan. Pada proses gol pertama Timnas Indonesia, Witan berhasil melewati Safuwan untuk melepaskan umpan kepada Ezra Walian.

Kartu kuning kedua Safuwan didapatkan setelah dia dianggap dengan sengaja menunda dimulainya kembali permainan. Saat itu, dia terlibat cekcok dengan Rizky Ridho yang mengawalnya ketika Singapura mendapatkan tendangan bebas di sisi kiri pertahanan Timnas Indonesia.

Matar sebelumnya sudah memperingatkan Safuwan agar tak mendorong-dorong Ridho. Akan tetapi himbauan itu tak didengarkan oleh bek senior Singapura tersebut. Dia sempat terlihat sengaja membenturkan tubuhnya kepada Ridho dan bahkan sempat mengelak ketika wasit mencoba memanggilnya untuk kedua kali.

Keputusan Matar memberikan kartu kuning kedua itu juga benar menurut panduan Law of the Game FIFA. Pasalnya, Safuwan bisa dianggap sengaja menunda dimulainya kembali permainan. Dia juga bisa dianggap sengaja melakukan penghinaan terhadap pertandingan dengan tak menggubris hirauan wasit.

"Wasit harus memberikan peringatan (kartu kuning) kepada pemain yang melakukan penundaan dimulai kembalinya pertandingan secara berlebihan," tulis aturan FIFA.

1 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

timnas indonesia piala aff Timnas Singapura
Sumber : Tempo
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top