Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lionel Messi Pindah ke PSG? Nego Kontrak Gagal - Krisis Keuangan Barcelona

Negosiasi kontrak baru Lionel Messi tak bisa dieksekusi karena Barcelona tengah mengalami masalah keuangan.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 07 Agustus 2021  |  13:24 WIB
Lionel Messi Pindah ke PSG? Nego Kontrak Gagal - Krisis Keuangan Barcelona
Duet lini depan Barcelona Lionel Messi (kiri) dan Antoine Griezmann. - [email protected]

Bisnis.com, JAKARTA – Bintang Barcelona, Lionel Messi, dikabarkan sudah dipastikan merapat ke kub asal Prancis, Paris Saint-Germain (PSG).

Kabar soal kepindahan Messi ini semakin santer menyusul berakhirnya kontrak dengan Barcelona sejak bulan lalu. Negosiasi kontrak baru yang dilakukan, dan sudah disepakati, tak bisa dieksekusi karena Barcelona, yang tengah mengalami masalah keuangan.

Alhasil, raksasa Katalan itu tak bisa memenuhi ketentuan pembatasan gaji atau salary cap yang ditetapkan La Liga Spanyol.

Presiden Barcelona Joan Laporta sebelumnya juga telah mengatakan klub tidak mempunyai pilihan selain berpisah dengan Lionel Messi karena kelangsungan klub harus berada di atas segalanya meskipun harus melepas pemain terbaik dunia itu.

Laporta menyebut bahwa pihaknya sudah ingin mendaftarkan Messi ke La Liga, namun ternyata kontrak baru Messi lebih besar dari salary cap yang mereka dapatkan.

"Di La Liga, kami harus mematuhi aturan yang ada. Kami berharap mereka bisa lebih fleksibel dalam aturan ini, tetapi sayanga tidak bisa begitu," kata laporta.

"Masalahnya beban gaji kami besarnya 110 persen dari jumlah pemasukan kami. Jadi kami tidak punya ruang untuk menambah gaji dari tim kami karena peraturan La Liga ini berdasarkan dari aturan Financial Fair Play," kata Laporta dalam konfrensi pers yang disiarkan secara daring dalam akun YouTube, Jumat.

Keinginan kedua belah pihak untuk kembali menjalin kerja sama tidak cukup. Sekarang Barcelona harus kehilangan pemain terbaik dalam sejarah klubnya, bahkan pemain yang disebut-sebut terhebat sepanjang masa.

Laporta mengaku berat hati mengambil keputusan ini, tetapi dia menegaskan klub harus di atas pemain, sekalipun dia pemain terbaik dunia.

"Klub ini usianya lebih dari 100 tahun dan di atas segalanya - bahkan pemain terbaik dunia sekalipun. Kami akan selalu berterima kasih atas segala yang dia lakukan bagi kami. Klub lebih penting dari pada pemain dan presiden."

Barcelona sendiri saat ini juga dihantam masalah finansial akibat kurangnya pemasukan akibat pandemi Covid-19 yang diperparah dengan utang yang mencapai hampir 1,2 miliar euro pada 2021.

Besarnya utang, ditambah tidak seimbangnya neraca keuangan klub telah memaksa Joan Laporta mengambil keputusan berat itu demi menyelamatkan Barcelona.

"Jadi, peraturan La Liga tidak mengizinkan kami mendaftarkan pemain. Mereka ingin memaksakan kontrak pada kami dari grup investasi (CVC) yang akan menggadaikan klub, dan saya tidak mau melakukan itu," tambah Joan.

"Saya tidak akan menggadaikan klub 50 tahun dari sekarang hanya untuk bisa mendaftarkan pemain terbaik sepanjang masa. Karena meskipun demikian, Barca di atas segalanya," pungkas dia.

Adapun kabar kepindahan Messi telah menjadi buah bibir sejumlah media olahraga dunia, dengan menyertakan detail kontrak dan gaji dengan versi berbeda

Dilansir dari Tempo, Media Prancis, L’Equipe, melaporkan bahwa Lionel Messi sudah setuju untuk bergabung dengan PSG. Di klub Liga Prancis itu dia akan dikontrak selama tiga tahun, dengan nilai US$ 47 juta (Rp 722 miliar) per musim.

Sementara, media Italia, Football Italia, meyakini kesepakatan juga sudah tercapai. Namun mereka menyatakan kontrak Messi di PSG hanya akan berlangsung dua tahun dengan gaji sebesar 40 juta euro (Rp 679 miliar) per musim. Media olahraga lain, The Athletic, mengklaim bahwa Messi menghubungi Mauricio Pochettino, pelatih PSG, secara langsung untuk membahas kepindahannya. Sedangkan Forbes, menyebut ayah Messi yang juga agennya bertemu PSG Jumat malam.

Media tersebut juga menyebutkan bahwa PSG sudah “menjelajahi jalan dengan mitra komersial untuk memaksimalkan peluang” merekrut pemain dunia itu. Mereka juga menghitung “bahwa penandatanganan Messi membawa lebih banyak daripada biayanya.”

Telefoot, seperti dikutip The Mirror, melaporkan, Messi sempat ditawari memakai jersey nomor 10 yang kini dipakai Neymar, mantan rekannya di Barcelona. Pemain Argentina itu menolak dan disebutkan akan memakai nomor 19. Sementara itu, jurnalis terkemuka Prancis, Mohamed Bouhafsi, juga menyatakan bahwa Messi telah memilih PSG sebagai tujuan berikutnya.

Ia akan mendapat kontrak dua tahun dengan tambahan tahun opsional. Kontrak kemungkinan sudah bisa disepakati akhir pekan ini.

Pada pemberitaan lain, Football Italia juga mendapatkan konfirmasi tak langsung. Mereka mendapati cuitan dari Pangeran Qatar, Khalifah Bin Hamad Al-Thani, kerabat dekat petinggi PSG Nasser Al-Khelaifi, yang mengumumkan Lionel Messi akan bergabung dengan Paris Saint-Germain.

Bangsawan Qatar itu mengunggah foto Messi mengenakan jersey Paris Saint-Germain, yang merupakan hasil rekayasa. Ia menambahkan dengan kalimat, “Negosiasi secara resmi selesai. Dan segera diumumkan.”

Akun tersebut memiliki centang biru, yang berarti telah diverifikasi. Al-Thani adalah salah satu pendiri Otoritas Investasi Qatar, yang membeli Paris Saint-Germain. Dia adalah Emir Qatar dari 1995 hingga 2013, sebelum turun tahta dan menyerahkan kekuasaan kepada putranya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis Barcelona Liga Spanyol lionel messi paris saint germain

Sumber : Antara & Tempo

Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top