Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Real Madrid Sudah Melihat Akhir dari Era Zinedine Zidane

Real Madrid disingkirkan tim divisi 3 dari ajang Copa del Rey. Hal itu memunculkan bahwa sekarang sebenarnya telah memasuki era akhir pelatih Zinedine Zidane di Los Blancos.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  21:21 WIB
Real Madrid Sudah Melihat Akhir dari Era Zinedine Zidane
Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Manajemen Real Madrid telah melihat akhir dari era Zinedine Zidane, tetapi tidak ingin melengserkan posisinya sebagai pelatih kepala juara La Liga Spanyol itu sampai musim panas, menurut pakar sepak bola Spanyol Guillem Balague pada Kamis (21/1/2021).

Tim berjuluk Los Blancos alias Si Putih secara memalukan tersingkir dari Copa del Rey setelah di babak 32 besar ditaklukkan kontestan Segunda B (divisi 3) Alcoyano. Surat kabar AS menyebutnya "salah satu halaman paling memalukan dalam sejarah Real".

Ide mereka adalah mengambil keputusan besar setelah musim ini, kata Balague. "Zidane telah kembali dari tepi jurang beberapa kali sebelumnya, bahkan musim ini, tetapi tim tampaknya sekarang menemui jalan buntu."

Kekalahan dari Alcoyano, yang bermain dengan 10 orang selama 10 menit terakhir perpanjangan waktu dan kemudian justru mampu mencetak gol kemenangan, adalah hasil mengkhawatirkan terbaru bagi Real Madrid.

Zidane kembali musim lalu dan membimbing mereka meraih gelar La Liga pertama dalam 3 tahun, setelah sebelumnya membawa mereka meraih tiga gelar Liga Champions Eropa berturut-turut, satu gelar liga, dua Piala Dunia Antarklub, dan dua Piala Super UEFA dalam periode pertamanya sebagai pelatih.

Namun, musim ini mereka berada 4 poin di belakang pemimpin klasemen Atletico Madrid—yang bahkan masih memiliki dua pertandingan tunda—dan Madrid terlihat kurang meyakinkan selama penyisihan grup Liga Champions meski lolos ke 16 besar.

"Dia [Zidane] legenda klub dan mereka [manajemen Madrid] akan menunggu untuk melihat bagaimana perkembangannya. Mereka tidak ingin memecatnya sekarang, karena itu bukan jaminan apa pun," tambah Balague.

"Namun, kekecewaan bukan hanya karena kalah di Copa. Mereka kalah dari Cadiz dan Shakhtar Donetsk di kandang [di Liga Champions], kalah 1–4 melawan Valencia, kalah dari Alaves di kandang, Shakhtar di tandang dan Athletic Bilbao di semifinal Piala Super Spanyol dan sekarang kalah dari Alcoyano. Ini hasil yang buruk tetapi kekecewaan lebih dari itu.”

Menurut Balague, ada dua hal yang agak mengganggu petinggi Madrid. Pertama, Zidane tidak terlihat memberi instruksi apa pun pada akhir 90 menit melawan Alcoyano dan tidak ada instruksi pada paruh waktu di perpanjangan waktu. Ini menegaskan kurangnya instruksi yang didapat pemain secara umum.

Kedua, tim dapat berlari dengan kualitas Toni Kroos, Casemiro, Luka Modric, dan Karim Benzema untuk sementara, tetapi sebenarnya ada rencana untuk mendaur ulang tim dan mulai membawa pemain muda seperti Dani Ceballos, Vinicius Junior, Rodrygo, Achraf Hakimi, Brahim Diaz, Sergio Reguilon, Luka Jovic, dan Martin Odegaard. “Kenyataannya, dia tidak melakukan itu sama sekali.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

real madrid copa del rey

Sumber : BBC

Editor : M. Syahran W. Lubis

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    Terpopuler

    Banner E-paper
    back to top To top