Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Iglesia Maradoniana, Aliran Para Pemuja Maradona

Bagi warga Argentina, Maradona bukan hanya legenda sepak bola. Dia adalah agama.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 26 November 2020  |  16:32 WIB
Diego Maradona - Reuters/Alessandro Bianchi
Diego Maradona - Reuters/Alessandro Bianchi

Bisnis.com, JAKARTA — Bagi warga Argentina, Maradona bukan hanya legenda sepak bola. Dia adalah agama.

Adalah Iglesia Maradoniana, sebuah aliran kepercayaan di Argentina yang menempatkan Diego Armando Maradona sebagai simbol keagungan. Bahkan, Maradona disejajarkan dengan Tuhan, Sang Pencipta.

Gereja yang lahir pada 1998 itu mengadopsi ajaran Kristiani. Jika Natal bagi warga Kristiani pada umumnya dirayakan pada 25 Desember, komunitas Iglesia Maradoniana merayakannya pada 29 Oktober, tepat semalam sebelum lahirnya sang legenda pada 30 Oktober.

Komunitas Iglesia Maradoniana juga merayakan Paskah. Mereka merayakan pada 22 Juni, hari ketika Maradona mencetak gol ke gawang Inggris di perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Gol yang oleh media disebut sebagai gol ‘Tangan Tuhan’ yang akhirnya melekat sebagai julukan kepada sang maestro kelahiran Rosario, Argentina itu.

Layaknya komunitas agama, Iglesia Maradoniana memiliki ritus doa, memiliki 10 perintah yang harus diikuti dan dihayati oleh para pengikutnya.

Dikutip dari situs resmi Iglesia Maradoniana, gereja ini memiliki ratusan ribu pengikut.

Gereja Maradona menyatukan ratusan ribu penggemar Maradona dari seluruh dunia. Agama kami adalah sepak bola dan seperti semua agama, agama pasti memiliki Tuhan.

Fungsi Gereja adalah untuk memelihara gairah dan keajaiban yang dengannya Tuhan kita bermain sepak bola, tidak melupakan mukjizat yang Dia lakukan di lapangan di hadapan semua orang dan perasaan yang terbangun dalam diri kita, hari demi hari.

Semuanya terjadi dalam kerangka sepak bola, gairah yang membangkitkan olahraga paling indah dan populer di dunia. Menghormati keyakinan agama secara setara dan tanpa niat mendiskreditkannya.

Sama seperti ia memiliki seorang pangeran dan raja, ia juga memiliki Tuhan, bahwa Tuhan itu orang Argentina dan namanya Diego Armando Maradona.

Pada Rabu (25/11/2020), Maradona berpulang. Dia meninggal dunia di usia 60 tahun karena serangan jantung.

Semasa jayanya, Maradona pernah bermain untuk raksasa Spanyol Barcelona, lalu hijrah ke Napoli dan membawa klub Kota Naples itu menjadi juara Liga Italia.

Moncer di lapangan, kiprah Maradona kurang moncer sebagai pelatih. Dia pernah menukangi tim nasional Argentina di Piala Dunia 2010. Namun, Tim Tango gagal tampil mengesankan. Anak asuhnya dilumat Jerman 4-0 di babak perempat final.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan bahwa Maradona telah mengajarkan kepada seluruh masyarakat di seluruh dunia untuk jatuh cinta kepada sepak bola.

“Apa yang telah dilakukan Diego untuk sepak bola, untuk membuat kita semua jatuh cinta pada permainan yang indah ini. Diego pantas mendapatkan rasa terima kasih kami yang abadi untuk itu,” dikutip dari keterangan resmi FIFA.

Dia turut mendoakan agar Maradona mendapat tempat terbaik. Sama halnya doa yang tentu dipanjatkan para pengikutnya di Iglesia Maradoniana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepak bola diego maradona
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top