Barcelona Angkut Pencetak Gol Termuda Afrika di Piala Dunia

Barcelona menuntaskan proses boyongan bek kanan Moussa Wague, yang tampil bersinar bersama Timnas Senegal di Piala Dunia 2018 di Rusia.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 05 Agustus 2018  |  14:16 WIB
Barcelona Angkut Pencetak Gol Termuda Afrika di Piala Dunia
Moussa Wague setelah mencetak gol untuk Senegal ke gawang Jepang di Piala Dunia 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Juara La Liga Spanyol FC Barcelona menuntaskan proses boyongan bek kanan Moussa Wague, yang tampil bersinar bersama Timnas Senegal di Piala Dunia 2018 di Rusia.

Barca mendatangkan pemain yang baru berusia 19 tahun itu dari klub Belgia KAS Eupen tanpa pemerincian secara terbuka mengenai besaran finansial yang mesti dipenuhi tim Katalunya tersebut.

Dia telah menjalani tes medis di Barcelona sebagai bagian dari proses perpindahannya dan segera menandatangani kontrak dengan pasukan asuhan Ernesto Valverde.

Wague direncanakan bergabung dulu dengan Barcelona B, tim pelapis yang berkompetisi di Segunda B, kompetisi level ketiga dalam sistem sepak bola Spanyol, tetapi terbuka peluang baginya untuk berlatih bersama tim pertama Barca.

Barca berharap pemain belia tersebut terus meraih kemajuan sehingga bisa masuk tim pertama secara permanen. Saat ini ada Nelsen Semedo dan Sergi Roberto—yang sebenarnya berposisi sebagai gelandang—bersaing mengisi posisi bek kanan.

Wague bergabung dengan sekolah sepak bola Aspire Academy di Belgia 2 tahun lalu dan telah tampil di lebih dari 40 pertandingan di kompetisi teratas Belgia.

Penampilannya bersama Senegal di Piala Dunia 2018 membuatnya mendapat perhatian lebih luas. Dia mencetak gol kedua Senegal ketika imbang 2-2 melawan Jepang, yang menjadikannya pencetak gol termuda Afrika sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia pada usia 19 tahun 236 hari.

Senegal gagal melaju ke 16 besar Piala Dunia 2018 hanya karena kalah dalam regulasi fair play dari Jepang. Dengan head to head 2-2, poin, selisih gol, dan produktivitas mencetak gol Jepang dan Senegal persis sama.

Namun, Jepang lolos karena sepanjang fase grup hanya menerima empat kartu kuning, sedangkan Senegal enam. Ketentuan fair play ini baru diberlakukan pertama kali di Piala Dunia 2018 dan langsung memakan korban Senegal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Barcelona, piala dunia 2018, Timnas Senegal

Sumber : ESPN

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top