Hasil Liga 1: 3 Keputusan Kontroversial, PSMS Medan Sikat Arema 2-0

PSMS Medan memetik kemenangan dengan skor 2-0 atas tamunya Arema FC dalam pertandingan pembuka pekan ke-11 Liga 1 2018 di Stadion Teladan di Kota Medan, Sumatra Utara, pada Sabtu malam (26/5/2018).
M. Syahran W. Lubis | 26 Mei 2018 23:46 WIB
PSMS Medan - Antara/Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA – PSMS Medan memetik kemenangan dengan skor 2-0 atas tamunya Arema FC dalam pertandingan pembuka pekan ke-11 Liga 1 2018 di Stadion Teladan di Kota Medan, Sumatra Utara, pada Sabtu malam (26/5/2018).

Sebagaimana disiarkan secara langsung oleh Indosiar, kedua gol PSMS dicetak oleh Wilfred Yessoh di ujung babak pertama, semua dengan memanfaatkan bola rebound dari mistar gawang Arema yang dikawal kiper Joko Ribowo.

Sebelum terjadi gol, praktis tidak ada peluang berarti dari kedua tim. Hanya satu keputusan kontroversial wasit Yudi Nurcahya ketika dengan sangat jelas bek Arema M. Zaenuri mengganjal penyerang PSMS Antoni Putro Nugroho di kotak penalti, tetapi wasit menganggap insiden itu bukan pelanggaran.

Gol pembuka untuk tuan rumah lahir pada menit ke-42 oleh Yessoh melalui sundulan kepala memanfaatkan bola rebound setelah tendangan Frets Butuan menghantam mistar gawang.

Memasuki injury time babak pertama, Yessoh menggandakan keunggulan PSMS, kali ini dengan tendangan dari jarak pendek, kembali memanfaatkan bola rebound hasil tendangan bebas kapten tim PSMS Legimin Raharjo yang juga menghantam mistar gawang Arema.

Memasuki babak kedua, Frets Butuan hampir mencetak gol ketiga untuk tuan rumah pada menit ke-56. Sundulan kepalanya menyambar umpan sepak pojok Legimin Raharjo hanya membentur tiang kiri gawang Arema.

PSMS pada akhirnya benar-benar mencetak gol ketiga pada menit ke-68 dengan tendangan keras dari luar kotak penalti oleh Sadney Urikhob, tetapi dianulir wasit. Namun, terlihat dari tayang ulang bahwa sebenarnya Sadney tidak offside.

Penentuan offside atau tidak si penerima umpan dilihat saat temannya melepas bola, bukan saat menerima bola, meski jika offside, peluit dibunyikan setelah bola tiba di penerima.

Posisi Sadney ketika Jajang Sukmara melepas umpan terbosan masih sejajar dengan pemain Arema. Memang, ketika dia menerima umpan itu telah meninggalkan pemain Arema. Namun, penentuan offside atau tidak si penerima umpan dilihat ketika temannya melepas bola, bukan saat menerima bola, meski jika offside, peluit dibunyikan setelah bola tiba di penerima.

Keputusan kontroversial wasit berikutnya sebaliknya merugikan Arema FC. Bola passing antara dua pemain Arema di wilayah pertahanan PSMS tersentuh pemain tuan rumah, tetapi pemain Arema FC disebut offside.

Padahal aturan mainnya, jika bola menyentuh pemain lawan, batallah posisi offside si penyerang alias onside meskipun posisinya terdekat dengan kiper tim lawan.

Selama 15 menit terakhir, permainan menjadi milik Arema. Pertahanan PSMS tampak kelabakan menerima tekanan bertubi-tubi dari tim tamu berjuluk Singo Edan.

Salah satu peluang terbaik untuk Arema terjadi ketika Dedik Setiawan telah begitu dekat untuk menjebol gawang PSMS yang dikawal kiper Dhika Bayangkara, tetapi dia malah melepas umpan yang tidak jelas ditujukan kepada teman yang mana.

Pada injury time babak kedua, PSMS tiga kali dalam waktu berdekatan hampir menambah gol. Sadney telah berhadapan dengan Joko Ribowo, tetapi terlalu banyak menggocek bola, sehingga bisa direbut kiper Arema itu.

Berikutnya, Yessoh kembali telah berhadapan dengan Joko, tetapi aksinya bisa dimentahkan sang kiper sambil menjatuhkan diri dan beberapa detik kemudian aksi serupa dilakukan Joko Ribowo, terakhir ini terhadap serangan dari Frets Butuan.

Dengan kemenangan kali ini, PSMS untuk sementara berada di peringkat keenam dengan nilai 15, sedangkan Arema masih terbenam di peringkat kedua dari bawah alias slot ke-17 dengan koleksi 9 angka.

Tag : Liga 1
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top