Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tim Raksasa-raksasa Sepakbola Menentang Perang Rusia vs Ukraina

Tim-tim raksasa sepakbola dunia seperti Manchester United, Manchester City, Watford, hingga Tim Nasional Polandia menentang perang antara Rusia vs Ukraina.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 27 Februari 2022  |  06:12 WIB
Pemain Manchester United, Cristiano Ronaldo - Twitter
Pemain Manchester United, Cristiano Ronaldo - Twitter

Bisnis.com, JAKARTA -- Tim-tim raksasa sepakbola dunia seperti Manchester United, Manchester City, Watford, hingga Tim Nasional Polandia menentang perang antara Rusia vs Ukraina.

Pada laga Manchester United vs Watford, para pemain dan pelatih berdiri dengan membentangkan spanduk bertuliskan perdamaian sebelum pertandingan. Begitu pula dengan Tim Nasional Polandia yang membatalkan laga melawan Rusia karena invasi militer yang dilancarkan ke Ukraina.

Adapun, Manajer Manchester City Pep Guardiola juga membela pemainnya terkait unggahan Instagram ke Presiden Rusia Vladimir Putin.

Bintang Manchester City sekaligus pemain Tim Nasional Ukraina Oleksandr Zinchenko, mengunggah  foto Vladimir Putin dengan kalimat sarkastis, "Saya harap kamu mati dengan cara yang paling menyakitkan." Unggahan ini kemudian dihapus dari akun Zinchenko.

Sementara itu, mengutip dari Antara, Manajer Chelsea Thomas Tuchel gundah gulana memikirkan ketidakmenentuan mengenai masa depan Roman Abramovich pemilik The Blues. Padahal skuadnya menghadapi laga sangat penting melawan Liverpool dalam final Piala Liga pada 27 Februari ini.

Abramovich yang membeli Chelsea Football Club pada 2003 memang belum dikenai sanksi oleh Inggris, tetapi namanya sudah disebut parlemen ketika Perdana Menteri Boris Johnson mengungkapkan sanksi besar-besaran terhadap Rusia tak lama setelah Moskow menginvasi Kiev.

Kegundahan sama menyelimuti penggemar Everton menyangkut masa depan pemiliknya yang juga pebisnis Rusia, Alisher Usmanov.

Anggota parlemen Inggris dari Partai Buruh, Margaret Hodge, meminta Abramovich dan Usmanov harus ikut dikenai sanksi karena dianggap sebagai bagian dari "para kleptokrat yang mencuri dari rakyat Rusia."

Di lain pihak Manchester United masygul karena harus memutuskan kontrak sponsor maskapai Rusia, Aeroflot, setelah Boris Johnson melarang sejumlah perusahaan nasional Rusia beroperasi di Inggris, termasuk Aeroflot yang memberikan pemasukan 8 juta pound per musim kepada Setan Merah.

Separuh dari total saham maskapai yang didirikan pada 1923 itu dimiliki pemerintah Rusia yang menjadi sasaran sanksi Inggris, dan sejumlah negara Barat lain, tak lama setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina.

United tunduk kepada pemerintah sehingga memutuskan hubungan kesponsoran yang sudah dijalin sejak 2019 itu,18 bulan lebih cepat sebelum kontrak habis.

Man United tak menentang pemerintah Inggris, sebaliknya menyampaikan pesan solidaritas kepada Ukraina dan menentang invasi Rusia ke Ukraina.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Manchester City manchester united sepakbola Rusia
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top