Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Jose Mourinho di Roma, Paolo Di Canio Debat Keras Jurnalis

Mantan striker Juventus, AC Milan, dan Lazio Paolo Di Canio tidak antusias menyambut kedatangan Jose Mourinho di Roma. Dia bahkan berdebat keras dengan jurnalis senior Sandro Piccinini soal kondisi terakhir kinerja kepelatihan Mourinho.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 18 Mei 2021  |  08:21 WIB
Pelatih berkebangsaan Portugal Jose Mourinho  -  Sempre Inter
Pelatih berkebangsaan Portugal Jose Mourinho - Sempre Inter

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan striker Paolo Di Canio berdebat dengan jurnalis Sky Sport tentang José Mourinho, yang musim depan akan menangani AS Roma.

“Beberapa penggemar Roma mengira mereka telah memenangkan treble [dengan kedatangan Mourinho],” kata Di Canio yang tampak tak antusias dengan kedatangan Mourinho di ibu kota Italia.

Sebelumnya, Di Canio menjadi viral karena kata-kata kasar yang kejam terhadap mantan bos Tottenham Hotspur, Manchester United, dan Chelsea itu.

Di Canio bisa dikategorikan sebagai sosok kontroversial. Dia pernah mendorong wasit hingga terjengkang di lapangan karena diberi kartu merah, tetapi pada saat lain dia tak mau memasukkan bola ke gawang kosong dan meminta wasit menghentikan pertandingan karena kiper telah terjatuh.

Dia juga pernah berebut untuk mengeksekusi tendangan penalti dengan Frank Lampard—yang kemudian menjadi ikon Chelsea—ketika keduanya bermain untuk West Ham United.

Sekarang Di Canio menegaskan bahwa Mourinho, yang berkebangsaan Portugal dan juga pernah menanganai Real Madrid, Inter Milan, dan Porto, telah membuat "banyak kesalahan" selama beberapa tahun terakhir.

“Ketika Roma mengumumkan Mourinho, saya menerima 300 pesan dari teman-teman saya yang merupakan penggemar Roma. Saya hanya bisa mendengar jeritan, tidak lebih," kata Di Canio di Sky Calcio Club.

“Saya mengatakan yang sebenarnya dalam pesan audio yang menjadi viral. Dia membuat banyak kesalahan selama beberapa tahun terakhir,” tambah Di Canio, yang pernah membela Juventus, AC Milan, dan Lazio.

“Dia memenangkan segalanya bersama Inter, tapi itu 10 tahun lalu. Beberapa teman saya mengira mereka telah memenangkan treble. Saya mengerti tidak baik bagi seseorang untuk melawan Mourinho, tapi gila untuk mengatakan dia melakukannya dengan baik akhir-akhir ini,” kata mantan pelatih Sunderland dan Swindown Town itu.

Sandro Piccinini, salah satu jurnalis sepak bola paling populer di Italia, tidak sependapat dengan Di Canio dan membela pendapat khusus yang mengatakan Mourinho telah dipecat karena alasan yang berbeda selama beberapa tahun terakhir. "Selalu ada cerita yang berbeda," kata wartawan itu.

Pada saat itu, Di Canio, tidak mampu menahan diri untuk merespons: "Dia dipecat dan Anda mengatakan dia melakukan pekerjaannya [dengan baik], luar biasa," jawabnya.

“Mourinho dipecat karena berbagai alasan. Dia tidak membawa hasil. Saya tahu mengapa Anda mengatakan hal-hal ini, Sandro, tetapi saya tidak peduli tentang ‘like’ di media sosial, saya tinggal di ruang ganti lebih dari yang Anda alami, jadi mungkin Anda tidak memahami beberapa dinamika. Saya beri tahu Anda, Mourinho tidak sama seperti dulu," kata Di Canio.

“Saya lebih sering berada di ruang ganti daripada Anda, bukan sebagai pesepak bola, tetapi sebagai reporter, saya telah berbicara dengan banyak pelatih dan saya dapat memahami hal-hal ini,” jawab Piccinini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

as roma jose mourinho

Sumber : Football Italia

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top