Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proposal Radikal Liverpool & Manchester United Menuai Kecaman

Liverpool dan Manchester United memimpin munculnya proposal radikal terhadap sistem kompetisi sepak bola Inggris dan hal itu langsung mandulang penolakan dan kecaman.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  07:49 WIB
Pelatih Liverpool Jurgen Klopp, juara Liga Primer Inggris. - LiverpoolFC.com
Pelatih Liverpool Jurgen Klopp, juara Liga Primer Inggris. - LiverpoolFC.com

Bisnis.com, JAKARTA – Proposal radikal untuk reformasi sepak bola Inggris dapat memiliki "dampak yang merusak" pada kompetisi, demikian pernyataan otoritas Liga Primer Inggris pada Senin (12/10/2020) dini hari WIB.

Di bawah proposal yang dipimpin oleh Liverpool dan Manchester United, liga papan atas Inggris akan dipangkas menjadi 18 tim.

Rencananya, Liga Primer akan menyerahkan dana talangan 250 juta pound sterling yang diminta oleh English Football League (EFL) untuk mencegah bencana keuangan di antara 72 klub anggotanya yang meliputi empat divisi teratas.

Liga Primer juga akan menyerahkan 25 persen pendapatan tahunannya kepada EFL.

Proposal, yang dijuluki Project Big Picture, mengusulkan pertama, peserta Liga Primer dipangkas dari 20 menjadi 18 klub, dengan tiga divisi di bawahnya yakni Championship, League One dan League Two masing-masing tetap 24 tim.

Kedua, dua tim terbawah di Liga Primer terdegradasi secara otomatis dengan tim urutan 16 memainkan play-off Championship.

Ketiga, Piala Liga dan Community Shield dihapuskan. Keempat, pembayaran parasut—dana yang diberikan kepada tim yang terdegradasi ke Championship untuk mengurangi dampak penurunan divisi tersebut—ditiadakan. Kelima, dana penyelamatan senilai 250 juta pound segera tersedia untuk EFL.

Keenam, 100 juta pound dibayarkan ke Football Association (FA), otoritas sepak bola Inggris, untuk mengganti pendapatan yang hilang, serta ketujuh, sembilan klub diberi 'hak suara khusus' untuk masalah tertentu, berdasarkan lama kiprah waktu mereka di Liga Primer.

Namun, rencana tersebut dikecam oleh otoritas Liga Primer, pemerintah, dan para pendukung. "Sepak bola Inggris paling banyak ditonton di dunia serta memiliki struktur liga yang dinamis dan kompetitif yang menarik minat di seluruh dunia," demikian pernyataan Liga Primer.

"Untuk mempertahankan posisi ini, penting bagi kita semua untuk bekerja sama. Liga Primer dan FA mendukung diskusi luas tentang masa depan permainan ini termasuk struktur kompetisi, kalender, dan pembiayaan secara keseluruhan, terutama terkait dampak Covid-19.

"Sepak bola memiliki banyak pemangku kepentingan, sehingga pekerjaan ini harus dilakukan melalui saluran yang tepat agar memungkinkan semua klub dan pemangku kepentingan memiliki kesempatan untuk berkontribusi."

Pernyataan Liga Premier menambahkan: "Dalam pandangan Liga Primer, sejumlah proposal individu dalam rencana yang dikeluarkan pada hari ini dapat berdampak merusak pada keseluruhan permainan dan kami kecewa melihat bahwa Rick Parry, ketua EFL, memberikan dukungannya.”

"Liga Primer telah bekerja dengan iktikad baik dengan klub-klub dan EFL untuk mencari resolusi atas persyaratan pendanaan penyelamatan Covid-19. Pekerjaan ini akan terus berlanjut."

Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga Inggris (DCMS) mengutuk apa yang disebut sebagai "kesepakatan ruang belakang".

"Kami terkejut dan kecewa bahwa pada saat krisis ketika kami mendesak jajaran teratas sepak bola profesional untuk berkumpul dan menyelesaikan kesepakatan untuk membantu klub liga yang lebih rendah, tampaknya ada kesepakatan ruang belakang yang sedang “dimasak yang akan membuat toko tutup” dan itu terjadi di bagian paling atas permainan [Liga Primer]," kata juru bicara DCMS.

"Keberlanjutan, integritas, dan persaingan yang adil benar-benar yang terpenting dan apa pun yang dapat merusaknya sangat mengganggu. Penggemar harus selalu ada di benak kami, dan ini menunjukkan mengapa tinjauan yang dipimpin oleh fans terhadap tata kelola sepak bola menjadi sangat penting.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liga Inggris Liverpool manchester united

Sumber : BBC

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top