Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Setien Jadi Pelatih Terburuk yang Pernah Melatih Messi

Secara statistik, Messi tercatat hanya mencetak 15 gol dari 24 laga bersama Quique Setien. Dengan rata-rata 0,6 gol per laga, catatan itu merupakan yang terburuk sepanjang karir Messi di Barcelona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Agustus 2020  |  16:46 WIB
Setien Jadi Pelatih Terburuk yang Pernah Melatih Messi
Pelatih FC Barcelona Quique Setien Solar/Reuters - Albert Gea
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Barcelona memastikan pemecatan Quique Setien dari kursi pelatih mereka pada Senin, 17 Agustus 2020 waktu setempat. Setien dinilai layak dipecat karena dinilai sebagai pelatih paling buruk yang pernah melatih Lionel Messi cs.

Tak hanya karena gagal membawa trofi bagi Barcelona, Setien juga terbukti gagal mengeluarkan penampilan terbaik Messi.

Secara statistik, Messi tercatat hanya mencetak 15 gol dari 24 laga bersama Quique Setien. Dengan rata-rata 0,6 gol per laga, catatan itu merupakan yang terburuk sepanjang karir Messi di Barcelona.

Catatan itu memang bukan yang terburuk yang dimiliki Messi. Sebenarnya catatan gol Messi lebih baik di bawah Setien ketimbang di awal karirnya di tim senior Barcelona yang saat itu diasuh Frank Rijkaard.

Bersama Rijkaard pada periode 2004-2008, Messi tercatat hanya mencetak 42 gol dari 110 laga atau rata-rata 0,3 gol per laga. Akan tetapi hal itu dianggap lumrah karena Messi saat itu bukan bintang utama Barcelona. Masih ada nama Ronaldinho yang merupakan bintang utama La Blaugrana.

Selain itu, Rijkaard juga dianggap lebih sukses karena berhasil membawa Barcelona menjuarai Liga Champions dan tiga gelar La Liga Spanyol.

Baru di era Pep Guardiola lah Messi menjadi bintang utama Barcelona. Pelatih asal Spanyol itu berani mendepak Ronaldinho yang disebut kurang disiplin dan memberikan Messi panggung utama.

Alhasil, produktivitas Si Kutu, julukan Messi, meningkat drastis. Dalam 219 laga, Messi tercatat mencetak 211 gol atau nyaris satu gol setiap laga. Produktivitas Messi disebut sebagai yang tertinggi dalam sejarah Barcelona saat itu.

Johan Cruyff, Ronaldo Nazario dan Ronaldinho pun tak pernah mencatatkan rekor perolehan gol seperti Messi.

Guardiola juga mengantarkan Messi dan Barcelona meraih 14 trofi dalam empat musim, termasuk dua gelar juara Liga Champions. Di level individu, Messi juga juga menyabet gelar Ballon d'Or empat tahun secara beruntun ketika ditangani Guardiola.

Setelah sempat mengalami penurunan pada era Tito Villanova dan Gerardo Tata Martino, ketajaman Messi kembali menanjak ketika Luis Enrique mengambil alih posisi Pelatih Barcelona.

Apalagi saat itu, Barcelona sudah mendapatkan Neymar dan kedatangan Luis Suarez dari Liverpool. Di bawah Enrique, Messi tercatat mencetak 153 gol dalam 158 laga. Ini adalah angka paling produktif yang pernah dicatatkan Messi setelah era Guardiola.

Kepergian Enrique yang digantikan Ernesto Valverde terbukti tak mampu membawa Lionel Messi dan Barcelona kembali merajai Eropa. Di tangan Valverde, Messi mencetak 113 gol dalam 128 laga.

Memang itu bukan angka yang buruk, tetapi kebanyakan gol Messi itu dicetak di kompetisi domestik La Liga Spanyol. Dia terbukti gagal di level Eropa dengan Barcelona dipermalukan Atletico Madrid, AS Roma serta Liverpool.

Keputusan Barcelona memecat Valverde dan menggantinya dengan Quique Setien pun membuat perfoma Messi semakin menukik tajam. Apalagi si pemain dengan Setien disebut sempat tak sepaham soal strategi dan taktik yang seharusnya mereka mainkan di lapangan.

Kini, era Setien telah berakhir. Barcelona pun berharap pada tangan dingin Ronald Koeman. Pelatih asal Belanda itu diharapkan bisa kembali membawa kejayaan bagi Lionel Messi dan Barcelona di kompetisi domestik maupun Liga Champions.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Barcelona

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top