Saham Mayoritas Sriwijaya FC Beralih ke Mantan Dirut Bank Sumsel Babel

Mayoritas saham klub profesional Sriwijaya FC yang dimiliki Muddai Madang resmi beralih ke mantan Direktur Utama PT Bank Sumsel Babel Asfan Fikri Sanaf.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  13:13 WIB
Saham Mayoritas Sriwijaya FC Beralih ke Mantan Dirut Bank Sumsel Babel
Para pemain Sriwijaya FC saat mengikuti latihan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Sumsel, Rabu (27/4). - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG – Mayoritas saham klub profesional Sriwijaya FC yang dimiliki Muddai Madang resmi beralih ke mantan Direktur Utama PT Bank Sumsel Babel Asfan Fikri Sanaf.

Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri Faisal Musyid di Palembang, Rabu (20/2/2019), membenarkan mengenai kondisi terbaru tersebut, karena sudah dikuatkan dengan surat pernyataan Muddai Madang.

"Iya benar surat pernyataannya sudah ada," kata Faisal.

Berdasarkan surat pernyataan bermaterai tertanggal 19 Februari 2019 yang ditandatangani Muddai Madang disebutkan selaku Direktur Utama PT Sriwijaya FC dan selaku direksi, Muddai menyerahkan 1.084 lembar saham ke Asfan Fikri Sanaf, berikut seluruh manajemen dan operasional dalam perseroan tersebut.

Isi surat pernyataan itu sejalan dengan pernyataan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Lahat, yang menyatakan bahwa Asfan saat ini sudah menjadi pemilik sekaligus pengelola Sriwijaya FC.

"Inilah kejutannya, SFC diserahkan bulat-bulat kepada Asfan, saya harap ke depannya SFC tidak tergantung dengan pemerintah. Undang-Undang mengatur ada batas-batas tertentu pemerintah bisa intervensi, harapan saya SFC menuai prestasi karena sekarang SFC di Liga," kata dia.

Sriwijaya FC mengalami masa sulit pada musim kompetisi lalu karena kesulitan finansial. Lantaran itu, Muddai Madang sebelumnya hanya menjabat sebagai komisaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri sejak 2008 terpaksa turun tangan pada Juni 2018 dengan menjabat sebagai Direktur Utama.

Targetnya, menjaga eksistensi SFC berlaga di Liga 1 hingga akhir musim dengan menalangi dana berbagai pengeluaran klub dari periode Juni-Desember. Namun, Sriwijaya FC tetap tidak terselamatkan karena terdegradasi ke Liga 2.

Kemudian pada awal Desember, pengusaha yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia itu menyatakan siap menyerahkan seluruh saham miliknya (88,0 persen) ke pihak yang berminat karena sudah tidak sanggup dan tidak berminat lagi mengelola SFC.

Untuk merespons ini, Gubernur Sumsel Herman Deru menggelar urun rembuk dengan kalangan pecinta SFC pada 14 Januari 2019 yang berujung dengan pernyataan mundur Muddai Madang.

Kemudian, setelah berselang cukup lama dan sempat menyatakan akan memberikan kejutan terkait SFC, Herman Deru di Lahat, mengumumkan ke masyarakat bahwa pemilik saham yang baru dari PT Sriwijaya Optimis Mandiri telah didapatkan, yakni Asfan Fikri Sanaf.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sriwijaya fc

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Top