Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

LIGA ARGENTINA: Ortigoza Menangkan San Lorenzo dalam Kesedihan

Nestor Ezequiel Ortigoza mencetak gol penentu kemenangan San Lorenzo 3-2 atas tuan rumah Argentinos Juniors di Stadion Diego Armando Maradona di Buenos Aires dalam pekan ke-21 Divisi Primer Liga Argentina pada Minggu pagi WIB (23/8/2015).
Nestor Ortigoza/El Universal
Nestor Ortigoza/El Universal

Bisnis.com, JAKARTA - Nestor Ezequiel Ortigoza mencetak gol penentu kemenangan San Lorenzo 3-2 atas tuan rumah Argentinos Juniors di Stadion Diego Armando Maradona di Buenos Aires dalam pekan ke-21 Divisi Primer Liga Argentina pada Minggu pagi WIB (23/8/2015).

Namun, pemain asal Paraguay yang sukses mengeksekusi penalti pada injury time babak kedua itu meninggalkan lapangan dengan kondisi sedih dan marah, setelah mencetak gol penentu ke bekas timnya tersebut.

“Saya merasa sedih dan pahit,” ungkap gelandang Timnas Paraguay berusia 30 tahun itu selepas pertandingan tersebut, yang hasilnya mempertahankan San Lorenzo di puncak klasemen sementara dengan nilai 46, unggul 3 angka daru Boca Juniors di peringkat kedua.

Ortigoza merasa kecewa dan marah atas hinaan yang diterimanya sepanjang permainan yang berlangsung di lapangan di mana dia pernah merumput selama 6 tahun selama 2004-2010 dengan jumlah pertandingan mencapai 127 kali dan 17 gol untuk Argentinos Juniors.

Dia menyatakan kesedihan dan kemarahannya atas sikap menghina yang terus diperlihatkan oleh fans Argentinos Juniors, padahal dia mengaku semula mengira bakal mendapatkan sambutan hangat ketika kembali ke stadion tersebut.

Ortigoza menjadi bagian penting Argentinos Juniors ketika klub tersebut menjuarai Kejuaraan Clausura pada 2010.

“Sulit memahami sikap fans. Saya memberi segalanya saat di sini (Argentinos Juniors). Saya memberi gelar. Saat saya pergi klub masih di Copa Libertadores. Klub menjual saya. Saya pergi bukan sebagai pemain bebas agen. Kini mereka menghina saya sepanjang pertandingan,” kata Ortigoza.

Dia menambahkan bahwa Stadion Diego Armando Maradona sudah seperti rumahnya sendiri. “Dihina di rumah sendiri adalah kejahatan. Dari sambutan hangat mereka berubah menjadi menghina saya. Saya benar-benar marah.”

Stadio Diego Armando Maradona diambil dari nama pemain legendaris tersebut, yang memang memulai karier profesionalnya di Argentinos Juniors selama 5 tahun pada 1876 hingga 1981. Bahkan, sudah sejak di level junior pada 1975 Maradona sudah di Argentinos Juniors.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper