Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PIALA AFRIKA 2015: Tuduh CAF Penipu, Tunisia Harus Minta Maaf

Tunisia diperintahkan untuk meminta maaf kepada CAF karfena telah menuduh otoritas sepak bola Afrika itu penipu.
Wasit asal Mauritius Rajindraparsad Seechurn mendapat perlindungan dari petugas keamanan dari serangan para pemain Tunisia yang marah setelah kalah secara kontroversial dari tuan rumah Guinea Khatulistiwa dalam pertandingan perempat final Piala Afrika 2015/Reuters
Wasit asal Mauritius Rajindraparsad Seechurn mendapat perlindungan dari petugas keamanan dari serangan para pemain Tunisia yang marah setelah kalah secara kontroversial dari tuan rumah Guinea Khatulistiwa dalam pertandingan perempat final Piala Afrika 2015/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pengurus Federasi Sepak Bola Tunisia akan melakukan pertemuan untuk membahas kemungkinan mereka meminta maaf kepada Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang dituduh melakukan penipuan.

Kalau Tunisia memutuskan tidak meminta maaf kepada CAF, timnas negara Afrika utara itu akan menghadapi pencoretan dari babak kualifikasi Piala Afrika berikutnya.

Tunisia kalah dengan skor tipis 1-2 dari tuan rumah Guinea Khatulistiwa yang ditandai dengan pemberian penalti kontroversial pada menit terakhir waktu reguler 2 x 45 menit yang membuat skor menjadi 1-1 dan laga harus diteruskan ke babak tambahan 2 x 15 menit.

Selepas pertandingan para pemain Tunisia menyerbu wasit asal Mauritius Rajindraparsad Seechurn yang akibat keputusan kontroversialnya juga telah menerima hukuman dari CAF.

Akibat melakukan kerusuhan selepas laga, Tunisia dikenakan denda 50 ribu dolar AS serta diperintahkan untuk meminta maaf karena menuduh CAF melakukan kebohongan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Reuters

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper