Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tersangka Match Fixing Ditahan Polisi, Erick Thohir: Jangan Main-main Sama PSSI

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengapresiasi langkah kepolisian yang menahan tersangka pengaturan skor, Vigit Waluyo.
Erick Thohir mengapresiasi langkah Polri menahan tersangka pengaturan skor (match fixing) Liga 2 2018, Vigit Waluyo/PSSI.
Erick Thohir mengapresiasi langkah Polri menahan tersangka pengaturan skor (match fixing) Liga 2 2018, Vigit Waluyo/PSSI.

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengapresiasi langkah kepolisian yang menahan tersangka pengaturan skor, Vigit Waluyo.

Erick Thohir mengatakan bahwa PSSI mendukung penuh tindakan yang dilakukan Polri terhadap 3 pelaku dugaan suap pengaturan skor pertandingan (match fixing).

Penahanan 3 pelaku tersebut merupakan rekomendasi hukuman dari Satgas Antimafia Bola Mabes Polri terhadap dua klub pelaku match fixing.

"Saya pernah katakan, jangan main-main. PSSI sudah berkomitmen dengan Polri, kita selidiki. Ada bukti yang kuat, maka langsung sikat, tidak pandang bulu," ucap Erick Thohir dalam keterangannya, Kamis (21/12/2023).

Erick menyebut penegakan hukum menjadi satu-satunya jalan untuk membangun sepak bola Indonesia yang bersih.

Dia bersama jajaran PSSI berkomitmen untuk memberantas praktik kotor dari persepakbolaan Tanah Air.

"Jika ingin sepak bola kita bersih, apalagi ini sudah menjadi permintaan dari Presiden Jokowi, maka harus punya nyali untuk berantas suap dan judi di sepakbola kita," ujar Erick.

Sebelumnya, aktor intelektual di balik pengaturan skor Liga 2 2018 Vigit Waluyo resmi ditahan polisi, Rabu (20/12/2023).

Vigit diamankan bersama 2 tersangka lainnya yakni DRN dan KM setelah menjalani serangkaian pemeriksaan sejak pagi.

Pada pekan lalu Satgas Antimafia Bola Polri juga telah menetapkan 8 tersangka dalam kasus match fixing di Liga 2 2018.

Kepala Satgas Anti Mafia Bola Irjen Asep Edi Suheri menjelaskan kedelapan orang tersangka itu terdiri atas empat orang wasit masing-masing dengan inisial K, RP, AS, dan

R. Kemudian satu orang asisten manajer klub berinisial DRN, satu LO wasit berinisial KM dan seorang kurir berinisial GAS yang masih berstatus DPO (daftar pencarian orang).

"Satu orang (tersangka kedelapan) pelobi berinisial VW, yang disampaikan Kapolri," kata Irjen Asep Edi Suheri.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper