Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Profil Theo Hernandez, Bek Kiri Terbaik AC Milan yang Pernah Terbuang dari Madrid

Sebagai bek kiri, produktivitas Theo Hernandez dalam mencetak gol memang cukup baik. Di Liga Italia musim ini, dia tercatat telah mencetak empat gol dari 13 laga bersama AC Milan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Desember 2020  |  18:27 WIB
Bek AC Milan Theo Hernandez - Sempre Milan
Bek AC Milan Theo Hernandez - Sempre Milan

Bisnis.com, JAKARTA - Theo Hernandez kembali menjadi pahlawan bagi klubnya AC Milan setelah mencetak gol penentu kemenangan mereka pada laga kontra Lazio Kamis (24/12/2020) dini hari tadi. Dia kini disebut sebagai salah satu bek kiri muda paling diminati di Eropa.

Hernandez membobol gawang Lazio lewat sundulannya pada menit ke-92. Memanfaatkan umpan lambung Hakan Calhanoglu, pesepakbola berusia 23 tahun itu mampu memenangkan duel udara dengan para pemain belakang Lazio dan menutup laga dengan skor 3-2.

Itu merupakan kedua kalinya Theo Hernandez menjadi pahlawan bagi AC Milan dalam tiga laga terakhir. Pada pertengahan bulan lalu, dia mencetak dua gol yang membuat AC Parma harus puas dengan hasil imbang 2-2 setelah sempat unggul 2-0.

Sebagai bek kiri, produktivitas Theo Hernandez dalam mencetak gol memang cukup baik. Di Liga Italia musim ini, dia tercatat telah mencetak empat gol dari 13 laga.

Kemampuannya mencetak gol itu sebenarnya sudah dipertunjukkan Theo Hernandez sejak masih bermain di akademi Atletico Madrid. Dia sempat mencetak dua gol dari empat laga di Liga Champions Junior bersama tim Atletico Madrid U-19.

Dia dan kakaknya, Lucas Hernandez yang kini bermain di Bayern Munchen, bergabung dengan Atletico Madrid pada 2007. Atletico membajak kakak beradik itu dari klub kecil Rayo Majadahonda saat itu.

Awalnya, Atletico Madrid disebut hanya berminat kepada Theo karena dinilai menonjol bagi pemain seusianya. Akan tetapi pemandu bakat Atletico Madrid juga kesengsem dengan Lucas yang ikut dibawa saat Theo melakukan uji coba di sana.

"Ibu saya mengajak Lucas saat saya uji coba di Atletico Madrid karena tak mampu membayar pengasuh. Di pinggir lapangan, Lucas memainkan bola dan ternyata menarik perhatian pelatih," kata Hernandez dalam wawancara dengan Marca empat tahun lalu.

Kakak-beradik yang hanya terpaut usia satu tahun itu pun sukses menapaki karirnya di akademi Atletico Madrid. Lucas yang memiliki fisik lebih tinggi dan kuat ketimbang sang adik, justru lebih menarik perhatian para pelatih tim muda Atletico Madrid.

Dia pun lebih dulu mendapatkan promosi ke tim senior ketimbang Theo. Lucas sempat diturunkan Diego Simeone pada laga kedua perempat final Liga Champions musim 2015-2016 kontra Barcelona. Dengan dukungan sang adik, Lucas berhasil membawa Atletico Madrid menang 2-0 dan melaju ke semifinal.

Apes bagi Lucas, Atletico Madrid kalah dari Real Madrid melalui drama adu penalti pada laga final di kandang AC Milan, Stadion San Siro.

Simeone sebenarnya juga disebut tertarik memboyong Theo Hernandez ke tim senior. Tetapi keberadaan Felipe Luis yang baru kembali dari Chelsea membuat Simeone justru memilih menyekolahkaan Theo ke Alaves pada musim 2016-2017.

Di klub yang baru promosi itulah kemudian nama Theo Hernandez mulai dikenal seantero Spanyol bahkan dunia. Dia ikut membawa Alaves melaju ke final Copa del Rey untuk pertama kalinya dalam 91 tahun sejarah klub itu.

Pada laga final dia pun mencetak gol cantik lewat tendangan bebas kaki kiri. Sayangnya Alaves kalah 1-3 dari Barcelona.

Performanya selama di Alaves membuat Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane kesengsem. Dia sempat disebut media Spanyol Marca sebagai titisan Kapten Real Madrid, Sergio Ramos.

Zidane bahkan rela mengeluarkan dana hingga 24 juta euro untuk menebus klausa pemutusan kontrak Theo Hernandez dengan Atletico Madrid.

Meskipun mengidolakan Atletico Madrid, Theo menerima pinangan Real Madrid. Dia tak ingin bernasib sama seperti kakaknya yang ternyata tak banyak mendapatkan kesempatan bermain dari Diego Simeone.

Akan tetapi harapannya mendapatkan banyak waktu bermain di Real Madrid juga hanya sebuah ilusi. Zidane ternyata masih mempercayakan sisi kiri pertahanan timnya kepada Marcelo.

Alhasil Theo Hernandez kembali menjalani masa peminjaman bersama Real Sociedad pada awal musim 2018-2019. Meskipun menjadi pemain andalan Real Sociedad saat itu, Theo Hernandez lebih dikenal sebagai pemain bengal di lapangan.

Salah satu jejaknya yang paling terkenal adalah ketika dia memukul pemain Huesca pada laga pekan kelima Liga Spanyol. Dia diusir keluar lapangan dan sempat menjalani hukuman larangan bermain sebanyak empat laga.

"Saya menjadi terkenal sebagai seorang pemain bengal," kata Hernandez dalam wawancara dengan media Italia, La Gazzette dello Sport. "Saya berbuat kebodohan tetapi sekarang saya telah lebih dewasa sebagai seorang pribadi."

Meskipun mendapatkan label sebagai pemain yang bengal, Theo Hernandez nyatanya tetap menarik minat AC Milan. Sepulangnya si pemain dari Real Sociedad, AC Milan langsung menghubungi Real Madrid untuk mengutarakan ketertarikannya merekrut Theo Hernandez.

Ketiga belah pihak pun akhirnya mencapai kesepakatan. Pada Juli 2019, Theo Hernandez secara resmi mengikat kontrak dengan AC Milan.

Theo menyatakan bahwa dirinya merasa terhormat karena langsung dihubungi oleh direktur sekaligus pemain legendaris AC Milan, Paolo Maldini. Dia pun menyatakan tak berpikir lama untuk menerima pinangan AC Milan.

"Itu sebuah kehormatan. Paolo memiliki sejarah sepak bola yang hebat bersama Milan, dan dia membuat saya sangat yakin," ujarnya.

"Saya tak membutuhkan waktu lama untuk menerima tawaran itu. Saya berbicara dengan agen dan tiba-tiba kami sudah mencapai kesepakatan."

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, pun mengaku sangat senang dengan keberadaan Theo Hernandez di dalam timnya. Dia menilai bahwa Theo Hernandez merupakan salah satu bek kiri terbaik dalam hal membantu serangan.

Meskipun demikian, pada akhir musim lalu Pioli menyatakan bahwa Theo Hernandez masih memiliki kelemahan dalam hal bertahan.

"Hernandez paham jika dia harus memperbaiki kemampuan bertahannya. Jika dia berhasil melakukan hal itu, maka dia akan bisa menjadi salah satu bek sayap terbaik di dunia," kata Pioli Juli lalu.

Akan tetapi penampilan yang ditunjukkan Theo Hernandez musim ini tampaknya membuat Pioli sedikit berubah pikiran. November lalu, dia pun menilai Theo Hernandez sudah layak untuk bermain untuk Timnas Prancis.

"Dia adalah salah satu bek sayap terbaik di Eropa. Dia memiliki kualitas fisik dan teknis yang hebat. Dia bisa membaca umpan terakhir dengan baik dan berpotensi melukai lawannya,” kata Pioli.

Theo Hernandez hingga saat ini memang belum pernah mendapat panggilan untuk membela Timnas Prancis. Akan tetapi penampilannya yang terus menanjak bersama AC Milan bisa jadi akan membuat Pelatih Didier Deschamps tertarik memboyongnya ke ajang Euro 2021.

Kuncinya, Theo Hernandez harus menunjukkan performa yang stabil bersama AC Milan di sisa musim ini. Dia harus menunjukkan mampu membawa klub asal Kota Mode Italia itu menghentikan dominasi Juventus di Liga Italia Seri A.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liga Italia ac milan

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top