Thiago Silva: Bos MU Solskjaer Bahagia PSG Kalah dari Lyon

Kekalahan pertama Paris Saint-Germain (PSG) di Ligue 1 Prancis musim ini pasti menyenangkan pelatih sementara Manchester United Ole Gunnar Solskjaer.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 04 Februari 2019  |  18:31 WIB
Thiago Silva: Bos MU Solskjaer Bahagia PSG Kalah dari Lyon
Bek dan kapten tim Paris Saint-Germain Thiago Silva - Reuters/Benoit Tessier

Bisnis.com, JAKARTA – Kekalahan pertama Paris Saint-Germain (PSG) di Ligue 1 Prancis musim ini pasti menyenangkan pelatih sementara Manchester United Ole Gunnar Solskjaer menjelang gelaran 16 besar Liga Champions Eropa kedua tim, kata bek tengah PSG Thiago Silva.

Solskjaer termasuk salah satu penonton di Stadion Groupama untuk menyaksikan Lyon menang 2 - 1 atas PSG yang kekurangan kekuatan dengan absennya gelandang Marco Verratti dan penyerang Neymar, yang cedera.

Verratti belum dapat dipastikan apakah bisa bermain ketika PSG berhadapan dengan MU di Liga Champions, tetapi Neymar sudah pasti absen dalam pertandingan leg pertama pada 12 Februari.

"Ini akan menjadi pertandingan hebat melawan Manchester," ucap Silva, yang melanggar pemain Lyon Moussa Dembele di area terlarang sehingga tuan rumah mendapat penalti yang menentukan kemenangan atas PSG, seperti dikutip harian olahraga Prancis L'Equipe Senin (4/2/2019).

"Untuk mengalahkan mereka, kita harus berada di angka 110 persen. Solskjaer mungkin pergi dari sini dengan bahagia karena kita tidak bermain dengan sangat baik," tutur pemain belakang asal Brasil itu, yang merupakan kapten tim PSG.

PSG akan meneruskan kiprahnya di Ligue 1 dengan menjamu Bordeaux pada 9 Februari, tetapi sebelumnya pada Piala Prancis akan berhadapan dengan Villefranche, tim divisi 3, di pada 6 Februari.

PSG masih memimpin klasemen Ligue 1 dengan 56 poin dari 21 pertandingan, 10 angka di atas Lille dan PSG masih memiliki tabungan dua laga tunda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
liga champions, liga prancis, manchester united, PSG

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top