Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pesawat Emiliano Sala Jatuh, Kisah Pekerja Keras Putra Sopir Truk

Argentina, Nantes, dan Cardiff City kehilangan Emiliano Sala setelah pesawat yang membawa striker tersebut jatuh perairan Guernsey, Channel Islands, dan hingga saat ini belum ditemukan.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  14:47 WIB
Doa dan duka mengalir untuk Emiliano Sala. - Twitter
Doa dan duka mengalir untuk Emiliano Sala. - Twitter

Bisnis.com, JAKARTA – Argentina, Nantes, dan Cardiff City kehilangan Emiliano Sala setelah pesawat yang membawa striker tersebut jatuh perairan Guernsey, Channel Islands, dan hingga saat ini belum ditemukan.

Sala, 28 tahun, menumpang pesawat Piper Malibu, dari Nantes ke Cardiff, Wales, untuk menyelesaikan proses perpindahannya yang disepakati 5 hari yang lalu.

Dengan nilai transfer sebesar 15 juta pound sterling (Rp276,38 miliar), kedatangan Sala menjadikannya sebagai rekor transfer terbesar bagi Cardiff City, satu-satunya klub Wales yang berkompetisi di Liga Primer Inggris.

Sala bukan pemain sembarangan meski belum pernah berbaju Timnas Argentina. Dia adalah top skor Nantes selama setengah musim Ligue 1 2018-2019 dengan mencetak 12 gol, sama dengan penyerang Saint-Etienne Wahbi Khazri dan di bawah trio Paris Saint-Germain yakni Kylian Mbappe, Edinson Cavani, dan Neymar, serta ujung tombak Lille Nicolas Pepe.

Sala pindah ke Cardiff City untuk menolong tim asuhan Neil Warnock itu lepas dari zona degradasi di pentas Liga Primer Inggris. Saat ini Cardiff City menghuni peringkat ke18 dari 20 tim, atau slot teratas di zona merah degradasi.

Menilik produktivitas Sala, sangat wajar Cardiff City, milik pebisnis Malaysia Vincent Tan, berharap Sala bisa membantu mereka bertahan di Liga Primer Inggris.

Siapa sebenarnya Sala? Emiliano Raul Sala Taffarel, begitu nama lengkapnya, lahir di Calulu, Santa Fe, Argentina, pada 31 Oktober 1990. Ayahnya bekerja sebagai sopir truk.

Melihat potensi anaknya, sang ayah, Horacio Sala, pun memasukkan Sala ke sekolah sepak bola milik klub San Martin de Progreso ketika baru berusia 4 tahun. Berselang 11 kemudian, dia pindah ke akademi sepak bola kanak-kanak milik Proyecto Crecer hingga 2010.

Pada usia 20 tahun, dia dikirim ayahnya ke Prancis untuk berlatih bersama tim muda Bordeaux, salah satu klub besar sepanjang sejarah sepak bola Prancis.

Dia menerima kontrak profesional 2 tahun kemudian, tetap;I perjuangannya untuk menembus tim pertama tidaklah mudah dan dia lebih banyak dipinjamkan ke klub lain yakni ke Orleans, Niort, dan Caen.

Sepanjang 3 tahun bermain dengan status profesional untuk Bordeaux, Sala hanya tampil dalam 11 pertandingan dengan mencetak satu gol.

Namun, dia tetap bekerja keras hingga Tuhan membukakan jalan baginya. Kariernya mulai melesat setelah pindah ke sesama klub Ligue 1 Prancis Nantes pada 2015.

Secara keseluruhan Sala bermain dalam 117 pertandingan dengan mencetak 42 gol untuk Nantes hingga pindah ke Cardiff City 5 hari lalu dan perjalanannya berakhir dengan kecelakaan pesawat di perairan Guernsey, wilayah sebelah barat Inggris dan utara Prancis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liga Inggris liga prancis

Sumber : Berbagai sumber

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top