Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rasisme Masih Jadi Masalah Sepak Bola Inggris

Sepak bola Inggris nampaknya masih belum bisa bebas dari perilaku rasis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ‘Kick It Out’, sebuah kampanye antidiskriminasi di sepak bola, bersama Forza Football, sebuah aplikasi livescore, lebih dari separuh penggemar sepakbola di Inggris telah menyaksikan pelecehan rasis saat menonton pertandingan sepak bola.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 21 November 2018  |  09:46 WIB
Manchester United vs Leicester pada musim lalu 2017-2018 - Reuters
Manchester United vs Leicester pada musim lalu 2017-2018 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sepak bola Inggris nampaknya masih belum bisa bebas dari perilaku rasis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ‘Kick It Out’, sebuah kampanye antidiskriminasi di sepak bola, bersama Forza Football, sebuah aplikasi livescore, lebih dari separuh penggemar sepak bola di Inggris telah menyaksikan pelecehan rasis saat menonton pertandingan sepak bola.

Dalam penelitian, yang dipublikasikan dan dikutip skysports.com, Rabu (21/11/2018), tersebut, survei tentang sikap terhadap perilaku inlusif terkait perbedaan ras dilakukan terhadap 27.000 penggemar sepak bola di 38 negara berbeda. Ini pun menjadi penelitian tentang perilaku rasial terbesar.

Lebih dari 1.600 responden berasal dari Inggris dan 50,1% dari mereka mengaku telah menyaksikan pelecehan rasial dalam pertandingan sepak bola di Inggris. Tidak sampai separuh dari jumlah itu yang mengetahui cara melaporkan tindakan diskriminasi tersebut.

Sementara itu, secara global, 54% responden mengatakan mereka telah menyaksikan pelecehan rasial dalam pertandingan. Hanya 28% dari responden yang tahu cara melaporkan kejadian tersebut dengan tepat. Peru dan Kostarika menjadi negara persentase tertinggi, yakni sebesar 77%, sedangkan dua negara dengan porsi terendah berasal dari Rusia (41%) dan Belanda (38%).

Terkait sanksi terhadap aksi rasial, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa secara global 60% responden mendukung pengurangan poin untuk tim nasional atau klub yang penggemarnya dinyatakan bersalah melakukan pelecehan.

Sekitar 74% responden ingin FIFA mempertimbangkan aspek pelecehan rasial sebelum memberikan penghargaan kepada negara-negara di turnamen internasional. Mayoritas atau sekitar 77% koresponden dari tuan rumah Piala Dunia 2026, yakni Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada juga menyetujui usulan tersebut.

Penelitian ini juga menunjukkan catatan yang lebih positif terkait sepak bola Inggris. Sekitar 92% responden di negara ini merasa nyaman dengan pemain dari latar belakang etnis atau ras yang berbeda ketika bermain untuk tim nasional atau klub mereka.

Hal berbeda terjadi di Jerman dan Swiss. Hampir seperempat atau 23% responden mengatakan tidak nyaman dengan kondisi tersebut.

Lord Ouseley, petinggi ‘Kick It Out’, mengatakan penelitian tersebut menjadi sebuah penanda atas kemajuan yang telah dibuat dalam menangani rasisme di dalam sepakbola, sekaligus atas tantangan yang masih ada.

“Secara global ada kemajuan yang jelas tentang penerimaan peran sentral etnis minoritas di dalam sepakbola, tetapi kemajuan lebih lanjut tidak mungkin terwujud sampai otoritas terkait lebih berani untuk memberantas rasisme di setiap level.”


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepak bola rasisme
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top