Sepak Bola Gala Siswa Dimulai, Juaranya ke Markas Juventus

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy membuka turnamen sepak bola Gala Siswa Indonesia tingkat nasional 2018 di Jakarta.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 09 Oktober 2018 16:59 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy membuka turnamen sepak bola Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat nasional 2018 di Gelanggang Olahraga Soemantri Brodjonegoro, Jakarta. - Istimewa/Kemdikbud.go.id

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy membuka turnamen sepak bola Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat nasional 2018 di Gelanggang Olahraga Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.

Pertandingan tersebut berlangsung pada 8 - 21 Oktober 2018, diikuti 612 peserta dan 136 ofisial dari 34 provinsi.

GSI, menurut dia saat membuka kejuaraan itu pada Selasa (9/10/2018), diselenggarakan atas kerja sama Kemendikbud dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai wujud pelaksanaan program Nawacita yakni revolusi mental melalui olahraga.

“Ini juga sebagai wujud nyata menuju percepatan pembangunan persepakbolaan nasional sebagaimana arahan Bapak Presiden para rapat terbatas pada 24 Januari 2017,” kata Muhadjir dalam keterangan resmi Kemendikbud yang terima Bisnis pada Selasa (9/10/2018).

Kompetisi sepak bola yang diselenggarakan untuk pertama kali ini dilaksanakan secara bertahap mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, dan internasional. Sebelum memasuki kompetisi tingkat nasional, GSI diikuti 2.872 kecamatan, 257 kabupaten/kota, dengan jumlah peserta 11.435 sekolah, masing-masing tim 18 orang, dan offisial 4 orang.

Jumlah pertandingan GSI yang telah digelar untuk tingkat kecamatan sebanyak 2.588 pertandingan dan tingkat kabupaten/kota sebanyak 737 pertandingan, sedangkan pada tingkat provinsi digelar 165 pertandingan. Dengan demikian, total pertandingan GSI yang telah digelar di 34 provinsi mencapai 3.490 pertandingan.

Sementara itu, pada GSI tingkat nasional akan diselenggarakan sebanyak 64 pertandingan. 34 tim dari 34 provinsi yang akan bertanding dibagi dalam delapan grup (A sampai H).

Babak penyisihan berlangsung pada 10-15 Oktober 2018, di GOR Cendrawasih Cengkareng, Jakarta Barat dan GOR Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan.

Para juara grup akan lolos ke babak perempat final. Babak perempat final dilangsungkan di GOR Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro pada 17 Oktober 2018, dilanjutkan dengan babak semifinal di tempat yang sama pada 18 Oktober 2018.

Perebutan juara ketiga dan babak final akan diselenggarakan di Stadion Madya Gelora Bung Karno pada 20 Oktober 2018, direncanakan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo sekaligus mengalungkan medali dan trofi kepada juara GSI 2018.

Mendikbud meminta GSI harus menjadi momentum untuk membangkitkan persepakbolaan yang berujung tercapainya kejayaan sepak bola nasional yang menjadi mimpi seluruh rakyat Indonesia.

“GSI akan dijadikan kompetisi tahunan. Sehingga akan menjadi tradisi pertandingan musiman pada jenjang sekolah, seperti di negara-negara maju lainnya. Harapannya, akan lahir bibit-bibit unggul dalam persepakbolaan nasional melalui GSI ini,” paparnya.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemdikbud Hamid Muhamad mengatakan pertandingan GSI dilaksana dengan tujuan agar anak Indonesia bisa menampilkan prestasi, bakat, dan potensi sehingga mereka bisa menyumbangkan yang terbaik sebagai bagian dari generasi emas Indonesia.

“GSI juga berperan merekatkan rasa nasionalisme, rasa kebersamaan, rasa kebangsaan antaranak-anak kita di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Hal yang membanggakan dari pelaksanaan GSI ini, Juara I Tingkat Nasional Tahun 2018 akan mengikuti pelatihan dan sparring partner bersama klub Juventus dan beberapa klub di Turin, Italia.

Tag : juventus, timnas indonesia, kemendikbud
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top