Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jerman Tuan Rumah Piala Eropa 2024, Kenangan 2006 Membayangi

Presiden Federasi Sepak Bola Jerman Reinhard Rauball mengenang berbagai ingatan yang masih melekat dari penyelenggaraan Piala Dunia 2006, setelah negaranya terpilih sebagai tuan rumah Piala Eropa 2024.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 September 2018  |  10:29 WIB
Jerman Tuan Rumah Piala Eropa 2024, Kenangan 2006 Membayangi
Para pendukung Timnas Jerman kecewa usai Der Panzer kalah dari Korsel 0-2 di Piala Dunia 2018. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) Reinhard Rauball mengenang berbagai ingatan yang masih melekat dari penyelenggaraan Piala Dunia 2006, setelah negaranya terpilih sebagai tuan rumah Piala Eropa 2024.

Rauball menyebut negaranya masih mengingat betul suasana dan emosi yang tercipta dari Piala Dunia 2006 di Jerman yang dijuarai Italia itu.

"Kami semua masih memiliki rekaman kejadian dan emosi yang ditimbulkan Piala Dunia 2006 di ingatan kami," kata Rauball pada Jumat (28/9/2018) WIB.

Dia yakin Piala Eropa 2024 bukan hanya akan memesona masyarakat di negaranya, tetapi juga di Eropa.

"Kami tak sabar untuk satu lagi gelaran penting di negara kami. Piala Eropa 2024 akan memesona dengan pertunjukan olahraga kami, baik bagi masyarakat Jerman maupun di luar sana," kata Rauball.

Jerman rencananya menggelar Piala Eropa 2024 di 10 kota, yakni Berlin, Muenchen, Dortmund, Gelsenkirchen, Stuttgart, Hamburg, Duesseldorf, Koeln, Leipzig, dan Frankfurt.

Jerman terpilih jadi tuan rumah Piala Eropa 2024 setelah mengalahkan Turki dalam pemungutan suara. Terpilihnya mereka seolah menjadi titik balik bagi sepak bola Jerman yang dalam beberapa bulan terakhir diwarnai kegagalan di Piala Dunia 2018 di Rusia.

Sebaliknya, bagi Turki kegagalan jadi tuan rumah Piala Eropa 2024 kian menambah panjang berita buruk di negara yang tengah dilanda krisis ekonomi tersebut serta sorotan kepada catatan hak asasi manusia di sana selepas percobaan kudeta yang gagal pada 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Piala Eropa 2016

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top