Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MNC Group Belum Yakin Pegang Hak Siar ISL

MNC Group belum yakin akan memegang hak siar Indonesia Super League (ISL) yang sempat terhenti karena sanksi FIFA dan dibekukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Agustus 2016  |  21:19 WIB
MNC Group Belum Yakin Pegang Hak Siar ISL
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - MNC Group belum yakin akan memegang hak siar Indonesia Super League (ISL) yang sempat terhenti karena sanksi FIFA dan dibekukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Nanti kita liat, kan nanti mungkin PSSI akan memberi kesempatan semua untuk melakukan bidding (penawaran). Mungkin tahun depan mulainya," kata CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo di Jakarta, Jumat.

PT Liga Indonesia saat itu menghentikan kompetisi Liga Indonesia musim 2015 yang baru berjalan dua pekan pascapembekuan PSSI oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Pada musim itu, Global TV yang adalah bagian dari Grup MNC menjadi salah satu official broadcaster Liga Indonesia musim 2015/2016.

Direktur Program dan Produksi RCTI (MNC Group) Dini Putri merasa yakin grupnya masih memiliki hak untuk menyiarkan Liga Indonesia yang kemungkinan bergulir setelah sanksi FIFA dan pembekuan Kemenpora dicabut.

"Siaran seharusnya masih punya MNC Group ya, karena kontraknya kita baru satu tahun jadi atas dasar kontrak seharusnya masih kami ya," kata Dini.

Sebelumnya dikabarkan, pemegang hak siar Liga Indonesia musim 2015/2016 adalah Global TV dan NET TV untuk segmen televisi tidak berbayar.

Sementara untuk televisi berbayar adalah BIG TV dan Matrix Garuda. Untuk radio, CBL 91,7 FM Bandung dan RRI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

isl

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top