Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelatih Arema Suharno Meninggal Dunia

Suharno, pelatih klub asal Malang, Jawa Timur, Arema Cronus, meninggal dunia dalam usia 55 tahun di Puskesmas Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Rabu (19/8/2015).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Agustus 2015  |  05:18 WIB
Pelatih Arema Suharno Meninggal Dunia
Suharno - Antara/Ari Bowo Sucipto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Suharno, pelatih klub asal Malang, Jawa Timur, Arema Cronus, meninggal dunia dalam usia 55 tahun di Puskesmas Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Rabu (19/8/2015).

Kabar duka mantan pelatih beberapa tim papan atas Indonesia itu disampaikan langsung oleh CEO Arema Iwan Budianto kepada wartawan melalui pesan singkat.

"Innalillahi wainna ilaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah, pelatih tercinta kita, Suharno, malam ini di Puskesmas Pakisaji. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada tutur kata atau pun perbuatan yang salah. Wassalam," kata Iwan yang disampaikan melalui pesan singkat ke sejumlah wartawan.

Sementara itu, menurut Media Officer Arema Cronus Sudarmadji, meninggalnya Suharno diketahui secara mendadak setelah mantan pelatih Persegres Gresik United itu pulang melatih tim berjuluk Singo Edan di Stadion Kanjuruhan.

Dia menjelaskan awalnya saat merasa sakit dibawa ke Puskesmas Pakisaji untuk mendapatkan perawatan medis dengan diberikan bantuan oksigen.

Namun, upaya itu tidak berhasil dan pada pukul 19.40 WIB pelatih yang dikenal dekat dengan suporter Arema atau biasa disebut dengan Aremania itu mengembuskan nafas terakhir. Suharno akan dimakamkan di kampung halamannya yakni Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Blitar, Jatim.

Sementara, selama melatih beberapa tim di Indonesia, Suharno dikenal cukup ramah dan terbuka bila berjumpa atau diminta konfimasi wartawan terkait dengan strategi yang akan diterapkan dalam pertandingan.

Selain itu, gaya melatih dan berpakainnya juga terlihat tidak terlalu formal, sehingga membuat kedekatan dengan pemain dan anggota tim lainnya merasa seperti keluarga, karena seperti tidak ada jarak.

Meninggalnya mantan pemain Perkesa 78 dan Niac Mitra di era Galatama itu menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen Arema, sebab tim kebanggaan warga Malang itu sedang mengikuti Piala Presiden 2015, serta menjadi tuan rumah Grup B bersama Sriwijaya FC, Persela Lamongan, dan PSGC Ciamis.

Sebelum menangani Arema, almarhum pernah menukangi sejumlah klub yakni Gelora Dewata, Arema Malang, Persikab Kabupaten Bandung, Persema Malang, PSS Sleman, Deltras Sidoarjo, PKT Bontang, Persis Solo, Persiwa Wamena, Arema Indonesia, Gresik United, Persibo Bojonegoro, serta menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia dan mengawali karier kepelatihan sebagai asisten di Niac Mitra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arema isl

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top