HASIL AFC CUP Persipura vs Maziya Skor 2-1, Ini 4 Pelajaran dari Male

Persipura Jayapura berhasil menundukkan tuan rumah Maziya dengan skor tipis 2-1 dalam matchday ketiga Grup E Piala AFC, tapi ada sedikitnya empat pelajaran berharga yang bisa dibawa pulang dari Male.
M. Syahran W. Lubis | 17 Maret 2015 20:43 WIB
Persipura Jayapura - Antara/Roy Ratumakin

Bisnis.com, JAKARTA - Persipura Jayapura berhasil menundukkan tuan rumah Maziya dengan skor tipis 2-1 dalam matchday ketiga Grup E Piala AFC (Asian Football Confederation) 2015 yang berlangsung di Stadion Nasional di Male, ibu kota Maladewa, pada Selasa malam (17/3/2015).

Gol dari kapten tim Persipura Jayapura Boaz Salossa pada menit ke-35 membawa klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut unggul dengan skor tipis 1-0 hingga turun minum.

Pada babak kedua Persipura sempat menggandakan keunggulan menjadi 2-0 lewat Lancine Kone pada menit ke-72, namun 2 menit kemudian kapten tim Maziya Asshadulla Abdullah memperkecil skor menjadi 2-1.

Dalam pertandingan yang disiarkan secara langsung oleh Sindo TV dan dipimpin wasit Kosel Kim Dae-hyung tersebut, sepanjang babak pertama skuat asuhan pelatih asal Brasil Osvaldo Lessa menguasai sepenuhnya permainan. Hampir 70 persen permainan dikuasai tim tamu dan Maziya hanya beberapa kali mencoba mengandalkan serangan balik.

Sempat dua kali Maziya mencoba membahayakan gawang Persipura yang dikawal oleh kiper Dede Sulaiman, tetapi penjaga gawang kedua Persipura tersebut masih mampu mengantisipasi serangan tuan rumah.

Gol Boaz dihasilkan dengan memanfaatkan umpan terobosan pemain asal Argentina Robertino Pugliara. Boaz melepas tendangan keras mendatar yang tak mampu diantisipasi kiper Imran Mohammed.

Sebelumnya Boaz sempat membuang sejumlah peluang. Beberapa bidikan kerasnya menyamping di sisi kiri dan kanan gawang Maziya. Ada pula tendangan kerasnya yang dapat ditepis kiper Imran.

Sebenarnya Persipura berpeluang besar menggandakan keunggulan pada menit ke-38, namun bidikan keras Lancine Kone ke sudut kiri atas gawang Maziya masih sedikit saja melebar.

Memasuki babak kedua, penguasaan permainan berbanding terbalik menjadi milik Maziya. Hal ini disebabkan oleh keluarnya palang pintu Ricardo Salampessy akibat cedera di bagian kepala setelah berbenturan dengan striker Maziya Pablo Rodriguez.

Apa lagi kemudian Persipura harus bermain dengan hanya 10 orang setelah Ian Louis Kabes terkena kartu kuning kedua setelah mencoba mengulur waktu dengan menjauhkan bola dari posisi tendangan bebas yang diperuntukkan bagi tuan rumah.

Menyimak laga babak kedua, Persipura beruntung akhirnya bisa memetik 3 angka. Gol kedua dari Lancine Kone merupakan keberuntungan, karena tendangannya sebenarnya tidak keras dan mengarah ke kiper lawan, namun penjaga gawang Imran melakukan kesalahan fatal sehingga bola tergelincir dari tangkapannya dan perlahan bergulir masuk gawang.

Gol tunggal dari Abdullah merupakan bola rebound hasil tendangan Pablo yang sempat menghantam tiang kiri gawang Persipura.

Setelah itu sedikitnya dua kali lagi gawang Dede Sulaiman hamoir dijebol oleh Pablo dan Abdullah. Beruntung Dede sempat melakukan penyelamatan gemilang. Total sepanjang pertandingan Dede melakukan sedikitnya lima kali penyelamatan gemilang.

Klasemen sementara Grup E Piala AFC 2015 (main, menang, seri, kalah, gol memasukkan, gol kemasukan, nilai):

 Persipura Jayapura

3

3

0

0

8

3

9

 Bengaluru

2

1

0

1

3

4

3

 Maziya

3

1

0

2

4

4

3

 Warriors

2

0

0

2

1

5

0

Empat Pelajaran

Kemenangan ini memang memuluskan langkah Persipura untuk menjadi salah satu wakil dari Grup E ke babak 16 besar turnamen antarklub Asia level kedua setelah Liga Champions Asia tersebut. Namun, setidaknya ada empat pelajaran berharga yang harus diperbaiki oleh Persipura dalam menjalani sisa tiga laga ke depan.

Pertama, begitu banyak serangan dilakukan Persipura yang diikuti dengan sejumlah peluang, namun efektivitasnya jauh dari maksimal, sehingga sepanjang babak pertama hanya terlahir sebiji gol.

Kedua, beberapa kali serangan Maziya bermula dari bola-bola mati, beruntung kiper Dede Sulaiman membuat sejumlah penyelamatan gemilang.

Ketiga, konsistensi permainan Persipura perlu ditingkatkan. Dalam tiga laga, Mutiara Hitam mendominasi permainan, namun jeblok begitu memasuki babak kedua.

Bukan hanya laga di Male ini, namun juga saat menundukkan Warriors di Stadion Jalan Besar Singapura dengan skor 3-1 dan menang atas klub India Bengaluru juga dengan 3-1 di Stadion Mandala Jayapura.

Ketika menang atas Warriors, Persipura sempat unggul 3-0 hingga menit ke-58, namun kemudian Warriors bisa memperkedil skor jadi 3-1.

Begitu juga saat menundukkan Bengaluru,  setelah unggul 3-0 pada menit ke-5 babak kedua, sisa 40 menit lagi Persipura seperti enggan menambah gol, Akibatnya tim lawan bisa mencuri satu gol.

Pelajaran keempat dari Male ialah pelanggaran atas suatu aturan yang sifatnya mendasar yang sungguh tidak perlu dilakukan. Kartu kuning kedua yang diterima Kabes bukanlah karena pelanggaran yang dilakukannya, tapi akibat dia membuang bola jauh dari titik eksekusi tendangan bebas dengan tujuan mengulur-ulur waktu.

Bagaimana pun, Persipura tetap memperlihatkan kelasnya di atas tiga kontestan lain. Persipura harus membidik posisi juara grup agar di babak 16 besar—yang hanya memainkan satu pertandingan—bisa menjadi tuan rumah melawan runner up Grup G yang diisi South China (Hong Kong), Pahang (Malaysia), Global (Filipina), dan Yadanarbon (Myanmar).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
afc cup, persipura, piala afc

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top