Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PIALA AFRIKA 2015: Tunisia Emoh Minta Maaf ke CAF

Tunisia, yang telah menuduh CAF berbohong, menolak minta maaf kepada organisasi tertinggi sepak bola di Afrika itu.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 05 Februari 2015  |  07:44 WIB
PIALA AFRIKA 2015: Tunisia Emoh Minta Maaf ke CAF
Wasit Rajindraparsad Seechurn mendapat perlindungan dari petugas keamanan saat diserbu pemain Tunisia - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tunisia menolak meminta maaf setelah menunduh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) penipu akibat timnya tersingkir dari turnamen Piala Afrika 2015 setelah kalah 1-2 dalam pertandingan melawan tuan rumah Guinea Khatulistiwa.

Dalam pertandingan perempat final, Tunisia unggul 1-0 ketika laga memasuki menit-menit akhir waktu reguler 90 menit. Pada ujung waktu reguler itulah wasit Rajindraparsad Seechurn dari Mauritius memutuskan pemberian tendangan penalti untuk tuan rumah yang jikka diperhatikan dari tayangan ulang televisi pelanggaran memang terjadi namun tidak terlalu keras.

Akibat penalti itu, skor menjadi 1-1 dan laga dilanjutkan ke perpanjangan waktu 2 x 15 menit yang akhirnya dimenangi oleh Guinea Khatulistiwa dengan skor 2-1.

Selepas laga, para pemain Tunisia menyerbu wasit, namun wasit sempat mendapatkan perlindungan dari petugas keamanan. Atas insiden itu, CAF menetapkan denda 50 ribu kepada federasi sepak bola Tunisia plus keharusan meminta maaf lantaran telah menuduh CAF melakukan kebohongan.

Namun, sebagaimana diungkapkan oleh pejabat komite eksekutif federasi sepak bola Tunisia dan dikabarkan kantor berita ATAP, mereka menolak meminta maaf atas tudingan CAF penipu.

Akibat penolakan minta maaf itu, Tunisia terancam tidak disertakan dalam babak kualifikasi Piala Afrika edisi berikutnya yang dimulai pada Juni tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

piala afrika

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top