Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sudah Diumumkan, Ini Data Fakta Empat Stadion untuk Piala Dunia U-17

Keempat stadion untuk Piala Dunia U-17 adalah Jakarta International Stadium (JIS), Si Jalak Harupat (Bandung), Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Manahan (Solo).
Jakarta International Stadium/Dok. Tangkapan layar instragram
Jakarta International Stadium/Dok. Tangkapan layar instragram

Jakarta International Stadium (JIS)

Jakarta International Stadium (JIS) atau Stadion Internasional Jakarta merupakan infrastruktur publik yang berlokasi di Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta, Indonesia.

Sejarahnya, proyek pembangunan Stadion Internasional Jakarta diawali pada 2008 saat Jakarta berada dibawah pemerintahan Fauzi Bowo yang akhirnya diresmikan pada era kepemimpinan Anies Rasyid Baswedan.

Saat itu, lahan yang sekarang menjadi JIS adalah Taman Bersih Manusia Wibawa (BMW) dengan luas total 66,6 hektar. Kawasan tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diperoleh melalui penyediaan lahan dari tujuh perusahaan swasta.

Kemudian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penggusuran terhadap bangunan-bangunan liar di kawasan tersebut dan berencana membangun stadion bertaraf internasional. Namun, rencana ini harus terhambat lantaran sengketa lahan sehingga pembangunan pun akhirnya tidak terlaksana.

Beralih pada 2014, pada masa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), rencana pembangunan stadion kembali muncul. Khususnya, setelah Pemprov melakukan penggusuran terhadap Stadion Lebak Bulus dan mengubahnya menjadi depo mass rapid transit (MRT) fase 1 Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.

Alhasil, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun mencari alternatif lahan untuk membangun stadion pengganti Lebak Bulus dan taman BMW menjadi salah satu pilihan.

Berbekal telah mengurus bukti kepemilikan tanah dan mengajukan gugatan terkait sengketa lahan tersebut. Pada saat itu, Jokowi juga menunjukkan dua sertifikat yang membuktikan bahwa lahan di Taman BMW adalah milik Pemprov DKI Jakarta. Namun, pembangunan stadion bertaraf internasional tersebut belum juga terwujud.

Pada 2017, Djarot Saiful Hidayat menyatakan berhasil memenangkan gugatan sengketa lahan pada 2015 dan juga memperoleh sertifikat hak pakai pada 18 Agustus 2017. Namun, sekali lagi pembangunan stadion tersebut tidak kunjung dimulai.

Akhirnya, pada 2019, Anies Baswedan berhasil memperkenalkan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai nama stadion yang akan dibangun. Dia juga mengakui peran gubernur-gubernur sebelumnya dalam proyek ini.

Bermodal dengan menugaskan BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk melaksanakan proyek tersebut. Setelah tiga tahun berlalu, akhirnya JIS selesai dibangun pada 2022.

Adapun, JIS memiliki kapasitasnya yang mampu menampung 82.000 penonton. Hingga telah dianugerahi tiga kategori oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), yakni Lifting Struktur Atap Stadion dengan Bobot Terberat, Stadion Pertama yang menggunakan Sistem Atap Buka-Tutup dan Stadion Green Building dengan Sertifikasi Platinum Pertama.

Stadion JIS termasuk stadion pertama di Indonesia yang dibangun dengan konsep keberlanjutan (sustainability). Kemudian, rumput stadion utama dan lapangan latihnya menggunakan ‘hybrid turf’ sesuai standar FIFA yang bisa menyerap air lebih banyak. Bahkan, bisa digunakan hingga 1000 jam pertandingan. Dengan luasnya yang hampir 300 ribu meter dan tinggi 70 meter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper