Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Gagal di Piala Dunia Qatar, Roberto Martinez Mundur Jadi Pelatih Belgia

Roberto Martínez telah mengumumkan undur diri sebagai Pelatih Timnas Belgia setelah meraih hasil minor di Grup F Piala Dunia 2022.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 02 Desember 2022  |  07:36 WIB
Gagal di Piala Dunia Qatar, Roberto Martinez Mundur Jadi Pelatih Belgia
Pelatih Timnas Roberto Martinez - UEFA.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pelatih Belgia Roberto Martínez mundur usai gagal mengantarkan timnya lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. Dia menyusul pelatih Meksiko Gerardo Tata Martino yang juga mundur usai anak asuhnya gagal melaju ke 16 besar.

Roberto Martínez telah mengumumkan undur diri sebagai Pelatih Timnas Belgia setelah meraih hasil minor di Grup F Piala Dunia 2022. Belgia tak mampu mengalahkan Kroasia dan hanya meraih hasil imbang dengan skor 0-0.

Di pertandingan lainnya, Maroko berhasil mengalahkan Kanada dengan skor 2-1. Ini membuat posisi tim berjuluk Setan Merah itu hanya mampu berada di klasemen ketiga dengan raihan 4 poin.

Setelah laga melawan Kroasia selesai, Martínez langsung memeluk para pemainnya. "Itu adalah pertandingan terakhir saya dengan Timnas Belgia dan itu emosional seperti yang bisa Anda bayangkan," katanya seperti dikutip dari The Guardian pada Jumat (2/11/2022).

Martínez mengatakan bahwa kekalahan dari Maroko dengan skor 2-0 merupakan awal dari kejatuhan Timnas Belgia di ajang Piala Dunia 2022. “Ketika Anda datang ke piala dunia, Anda harus memainkan tiga pertandingan dan kami hanya memainkan satu pertandingan. Dua pertandingan pertama, kami ketakutan, kami bukan tim seperti sekarang ini," katanya.

Apalagi, Belgia menghadapi gangguan rumor yang beredar terkait perselisihan antar pemain seniornya. Hal ini bermula dari komentar gelandang andalan mereka Kevin De Bruyne setelah kalah melawan Maroko. De Bruyne mengatakan bahwa Timnas Belgia tidak punya peluang lagi menjuarai piala dunia karena skuat mereka diisi pemain-pemain tua.

Namun Martinez membantah adanya keretakan di tubuh timnya. Ia juga menyalahkan media yang terlalu banyak menyoroti berita negatif Belgia. "Mungkin ada lebih banyak keinginan untuk menemukan berita negatif tentang tim daripada menikmati generasi talenta terbaik yang pernah kami miliki di sepak bola Belgia," ujarnya.

Ia mengatakan, keputusan mundur dari kursi kepelatihan Belgia sebenarnya sudah muncul sebelum Piala Dunia 2022. Ia mengatakan bahwa dirinya selalu bekerja dalam jangka panjang.

"Saya percaya proyek jangka panjang harus jangka panjang dan harus ditetapkan sebelumnya," katanya.

Martínez sendiri telah melatih Timnas Belgia sejak 2016. Ia hadir di Timnas Belgia dengan skuat yang mumpuni, bahkan digadang-gadang sebagai generasi emas.

Pemain top seperti Eden Hazard, Romelu Lukaku, Axel Witsel, Kevin De Bruyne, Jan Vertonghen, Tobi Alderweireld, hingga Thibaut Courtois menjadi andalan Setan Merah di setiap ajang.

Saat ini, Belgia pun menempati rangking kedua FIFA di bawah Brasil. Martínez pun bangga dengan warisan generasi emasnya itu meskipun gagal mendapatkan satu trofi pun.

Pelatih berusia 49 tahun ini sebelumnya melatih klub Premier League, Everton dari 2013 hingga 2016 dan Wigan Athletic dari 2009 hingga 2013. Pelatih asal Spanyol ini berposisi sebagai gelandang ketika bermain dan lama membela Wigan Athletic.

Martínez menjadi pelatih kedua yang mengumumkan mundur setelah gagal ke 16 besar Piala Dunia 2022. Sebelumnya, Gerardo Tata Martino mengumumkan dirinya mundur dari kursi kepelatihan tim berjuluk El Tri setelah gagal melaju ke 16 besar.

Martino mengonfirmasi bahwa masa jabatannya sebagai pelatih Meksiko telah berakhir setelah pertandingan terakhir Grup C Piala Dunia melawan Arab Saudi dan dipastikan bahwa El Tri gagal lolos ke 16 besar. “Kontrak berakhir dengan peluit akhir dan tidak ada lagi yang harus dilakukan. Saya orang yang bertanggung jawab atas frustrasi dan kekecewaan. Ini adalah kesedihan yang nyata dan saya memikul semua tanggung jawab atas kegagalan besar ini," ujarnya seperti dikutip Marca pada Kamis (1/12/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

piala dunia 2022 belgia
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top