Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Sponsor Terkaya di Piala Dunia 2022, Kalahkah AS

Perusahaan dari China ternyata menjadi sponsor paling besar di Piala Dunia 2022.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 23 November 2022  |  13:08 WIB
China Sponsor Terkaya di Piala Dunia 2022, Kalahkah AS
Piala Dunia 2022 Qatar -
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Meski tak lolos di Piala Dunia 2022, ternyata China menjadi sponsor terbesar di Piala Dunia 2022.

Bahkan, nilai sponsor yang digelontorkan deretan perusahaan asal China di kompetisi tersebut, mengalahkan AS.

Disebutkan, jika nilai sponsor China mencapai US$1,4 miliar atau sekitar Rp21 triliun (kurs Rp15.000), sedangkan AS sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp15 triliun.

Sponsor China telah mengumpulkan US$1,395 miliar atau sekitar Rp21 triliun, melampaui AS yang hanya menggelontorkan dana US$1,1 miliar atau sekitar Rp17 triliun, demikian menurut GlobalData, perusahaan analisis dan konsultasi data yang berbasis di London dilansir dari AlJazeera.

Empat perusahaan China bahkan menjadi sponsor resmi Piala Dunia 2022 yakni Wanda Group, Vivo, Mengniu Dairy, dan Hisense. Ini adalah perusahaan besar dengan pendapatan miliaran dolar dengan memiliki ribuan karyawan.

Wanda Group, konglomerat perusahaan real estate yang didirikan pada tahun 1988, dan Mengniu, salah satu produsen susu terbesar di China, masing-masing telah masuk daftar Fortune 500 beberapa kali.

Sponsor China terbesar di Qatar sejauh ini adalah Wanda Group, salah satu dari tujuh Mitra resmi FIFA bersama Coca-Cola, Adidas, Hyundai, Kia, Qatar Airways, QatarEnergy, dan Visa.

Konglomerat yang berbasis di Beijing, yang memiliki investasi di bidang real estat, hiburan, media, manufaktur, dan jasa keuangan, telah berkomitmen untuk memberikan sponsor sebesar US$850 juta sebagai bagian dari kesepakatan 15 tahun yang mencakup semua acara Piala Dunia hingga tahun 2030, menurut GlobalData.

Vivo, perusahaan elektronik konsumen yang berbasis di kota selatan Dongguan, menghabiskan sekitar US$450 juta sebagai bagian dari kesepakatan enam tahun yang mencakup Piala Konfederasi 2017 dan Piala Dunia 2018.

Mengniu, yang berkantor pusat di Hohhot, Mongolia Dalam, dan Hisense, produsen elektronik yang berbasis di Qingdao, telah berkomitmen untuk membelanjakan masing-masing sekitar US$60 juta dan US$35 juta.

Piala Dunia FIFA adalah turnamen yang mendatangkan keuntungan cukup besar.

Total pendapatan yang dianggarkan untuk tahun 2022 adalah USUS$4.666 juta. Jumlah tersebut terdiri dari lima kategori pendapatan utama. Penjualan hak siar televisi memberikan kontribusi terbesar dengan 56 persen dari total pendapatan dan berjumlah US$2.640 juta.

Pendapatan sponsor (hak pemasaran) berada di urutan kedua dengan US$1.353 juta dan memberikan kontribusi sebesar 29 persen. Hak keramahtamahan dan penjualan tiket, hak lisensi, serta pendapatan dan penghasilan lainnya berjumlah US$673 juta.

Sementara itu, total investasi, dengan kata lain biaya, yang dianggarkan untuk Piala Dunia FIFA 2022 Qatar adalah US$1.696 juta. Penurunan dibandingkan dengan US$1.824 juta biaya yang dikeluarkan untuk Piala Dunia FIFA 2018 Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

piala dunia 2022 china sponsor sponsorship sponsor utama
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top