Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kylian Mbappe Minta Maaf Karena Prancis Kalah Usai Penaltinya Gagal

Dalam adu penalti Prancis vs Swiss, Kylian Mbappe menjadi satu-satunya eksekutor penalti yang gagal. Dia pun megaku sulit tidur karena hasil itu.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 29 Juni 2021  |  16:31 WIB
Andalan lini depan Timnas Prancis, Kylian Mbappe - Reuters/Emmanuel Foudrot
Andalan lini depan Timnas Prancis, Kylian Mbappe - Reuters/Emmanuel Foudrot

Bisnis.com, JAKARTA - Penyerang Prancis Kylian Mbappe mengungkapkan penyesalannya tak mampu mengeksekusi penalti terakhir bagi tim nasionalnya dalam laga 16 besar Euro 2020 kontra Swiss, Selasa (29/6/2021) dini hari WIB.

Dalam laga yang digelar di Stadion Arena Nationala itu, penyerang Prancis Kylian Mbappe menjadi satu-satunya eksekutor yang gagal menyarangkan bola ke gawang.

Alhasil, Prancis kalah dari Swiss dengan adu penalti 5-4, setelah dalam waktu normal 90 menit dan babak tambahan skor tetap imbang 3-3. Les Blues yang merupakan juara Piala Dunia 2018 akhirnya harus angkat koper dari turnamen empat tahunan di Benua Biru tersebut.

Melalui akun Instagram resminya, @k,mbappe, pemain Paris Saint Germain (PSG) itu pun mengaku sangat sedih dengan kegagalannya dan langkah Prancis harus terhenti di Euro 2020. Dia pun meminta maaf dan mengaku akan sulit tidur akibat hasil pertandingan tersebut.

"Saya minta maaf atas penalti itu. Saya ingin membantu tim tetapi gagal. Tidur akan sulit, tapi sayangnya pasang surut olahraga ini yang sangat saya sukai," ujarnya dalam keterangan foto yang diunggahnya ke Instagram.

Dalam unggahan itu, Mbappe sekaligus mengucapkan terima kasih untuk dukungan yang diberikan penonton. Tak lupa, dia menyematkan ucapan selamat kepada Swiss yang berhasil menembus babak delapan besar Euro 2020.

"Saya tahu Anda para penggemar kecewa, tetapi saya masih ingin berterima kasih atas dukungan Anda dan untuk selalu percaya pada kami.
Yang paling penting adalah bangkit lebih kuat untuk waktu mendatang. Selamat dan sukses untuk Swiss," pemain berusia 22 tahun tersebut.

Sebelumnya, Didier Deschamps, pelatih Prancis, memberikan pembelaan kepada Mbappe. Dia menilai Mbappe itu tidak bisa disalahkan atas tersingkirnya tim Prancis dari Euro 2020.

"Kylian Mbappé sangat sedih, seperti semua pemain, tetapi tidak ada yang bisa marah padanya karena dia mengambil tanggung jawab untuk mengambil penalti kelima," ujarnya sepeti dilansir uefa.com.

Deschamps mengatakan timnya sudah menunjukkan keunggulan pada babak kedua, setelah tertinggal 0-1 pada babak pertama. Hingga menit ke-75, Prancis mampu membalikkan keadaan dengan unggul 3-1.

Namun, Swiss mampu mencetak gol pada menit ke-81 melalui Haris Seferovic, yang juga mencetak gol pada babak pertama. Swiss kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-90 melalui Mario Gavranovic.

Berawal dari umpan brilian dari Granit Xhaka, Gavranovic dengan cerdik menipu Kimpembe lalu menendang bola ke sudut kanan gawang Prancis. Skor menjadi imbang 3-3.

Deschamps menilai kebobolan dua gol dalam 15 menit terakhir menjadi bukti kelemahan tim nasional Prancis. Namun, dia kembali menegaskan bahwa timnya kalah dalam adu penalti sebagai sebuah tim.

"Kami melakukan apa yang kami butuhkan untuk unggul 3-1 dan kemudian kami menunjukkan kelemahan, sesuatu yang tidak biasa bagi kami. Kalah dalam adu penalti selalu kejam bagi sebuah tim," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

timnas prancis Timnas Swiss Euro 2020 Kylian Mbappe
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top