Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prancis Gugur Usai Mbappe Gagal Eksekusi Penalti, Deschamps Membela

Laga Prancis vs Swiss berujung drama adu penalti 5-4, setelah dalam waktu normal 90 menit dan babak tambahan skor tetap imbang 3-3.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 29 Juni 2021  |  07:51 WIB
Striker Timnas Prancis, Kylian Mbappe - Ligue1
Striker Timnas Prancis, Kylian Mbappe - Ligue1

Bisnis.com, JAKARTA - Langkah Prancis di Euro 2020 harus terhenti setelah dikalahkan Swiss pada babak 16 Besar Euro 2020, Selasa (29/6/2021) dini hari WIB.

Laga Prancis vs Swiss berujung drama adu penalti 5-4, setelah dalam waktu normal 90 menit dan babak tambahan skor tetap imbang 3-3. Dalam laga yang digelar di Stadion Arena Nationala itu, penyerang Prancis Kylian Mbappe menjadi satu-satunya eksekutor yang gagal menyarangkan bola ke gawang.

Terkait hal itu, Didier Deschamps, pelatih Prancis, memberikan komentarnya. Dia membela pemainnya itu dan menilai pemain PSG itu tidak bisa disalahkan atas tersingkirnya tim Prancis dari Euro 2020.

"Kylian Mbappé sangat sedih, seperti semua pemain, tetapi tidak ada yang bisa marah padanya karena dia mengambil tanggung jawab untuk mengambil penalti kelima," ujarnya sepeti dilansir uefa.com.

Deschamps mengatakan timnya sudah menunjukkan keunggulan pada babak kedua, setelah tertinggal 0-1 pada babak pertama. Hingga menit ke-75, Prancis mampu membalikkan keadaan dengan unggul 3-1.

Namun, Swiss mampu mencetak gol pada menit ke-81 melalui Haris Seferovic, yang juga mencetak gol pada babak pertama. Swiss kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-90 melalui Mario Gavranovic.

Berawal dari umpan brilian dari Granit Xhaka, Gavranovic dengan cerdik menipu Kimpembe lalu menendang bola ke sudut kanan gawang Prancis. Skor menjadi imbang 3-3.

Deschamps menilai kebobolan dua gol dalam 15 menit terakhir menjadi bukti kelemahan tim nasional Prancis. Namun, dia kembali menegaskan bahwa timnya kalah dalam adu penalti sebagai sebuah tim.

"Kami melakukan apa yang kami butuhkan untuk unggul 3-1 dan kemudian kami menunjukkan kelemahan, sesuatu yang tidak biasa bagi kami. Kalah dalam adu penalti selalu kejam bagi sebuah tim," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

timnas prancis Timnas Swiss Euro 2020 Kylian Mbappe

Sumber : UEFA

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top