Javi Gracia Perintang Misi Treble Pep Guardiola & ManCity

Pelatih Manchester City Pep Guardiola menjadi pelatih pertama yang mampu membawa sebuah tim memenangi treble domestik Inggris jika mampu menundukkan Watford di final Piala FA.
M. Syahran W. Lubis | 16 Mei 2019 14:16 WIB
Pelatih Watford Javi Gracia - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pelatih Manchester City Pep Guardiola akan menjadi pelatih pertama yang mampu membawa sebuah tim memenangi treble domestik Inggris apabila mampu menundukkan Watford di final Piala FA (Football Association).

Namun, rekan senegaranya, Javi Gracia, pelatih Watford, akan menjadi perintang untuk mewujudkan misi treble—meraih tiga gelar juara dalam satu musim—Guardiola bersama The Citizens dalam laga yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (18/5/2019) mulai pk. 23.00 WIB di Stadion Wembley di London.

Sebelumnya City telah menggondol gelar juara Liga Primer Inggris setelah dalam matchday terakhir menghyancurkan Brighton & Hove Albion dengan skor telak 4 - 1 yang membuat pelatih Chris Hughton dipaksa pergi walaupun tim tersebut mampu bertahan di Liga Primer Inggris.

Sebelumnya City telah lebih dahulu merengkuh trofi Piala Liga (EFL Cup) setelah di final yang digelar di Wembley pada akhir Februari lalu mengatasi Chelsea lewat adu penalti setelah skor tanpa gol selama permainan 120 menit.

Pelatih Watford Javi Gracia tak punya reputasi mentereng seperti yang dicatatkan Guardiola, tetapi bisa mempertahankan klub berjuluk Tawon itu untuk tetap bertarung di Liga Primer musim depan dengan finis di peringkat ke-11 serta mengantar Watford ke final Piala FA, kedua kalinya sepanjang sejarah.

Gracia, 49 tahun, bermain untuk klub La Liga Spanyol Athletic Bilbao ketika Guardiola, yang setahun lebih muda, masih merumput bersama Barcelona. Keduanya bermain sebagai gelandang tengah.

Ketika Barcelona merupakan tempat Guardiola memulai karier sebagai pelatih kepala, Gracia menukangi beberapa tim papan tengah dan bawah Spanyol.

Jalannya ke Inggris terbuka setelah dia menangani klub Rusia Rubin Kazan sejak awal musim kompetisi 2016 - 2017 dan akhirnya pada Januari 2018 ditunjuk sebagai pelatih kepala Watford.

Kinia dia mencanangkan target besar menghadang Guardiola membawa City meraih treble dengan cara meraih kemenangan pada akhir pekan ini meski dia tak kuasa menyembunyikan kekaguman atas kesuksesan teman sekaligus lawannya itu mengantar City menjuarai Liga Primer dua musim beruntun.

“Pep terbaik di Liga Primer. Dia manajer yang sangat bagus dan kami punya hubungan pertemanan yang baik. Saya tidak terlalu sering berbicara dengannya, tetapi kami mempunyai hubungan yang baik,” ujarnya sebagaimana dilansir Reuters pada Kamis (16/5/2019) pagi WIB.

Di Liga Primer musim 2018 - 2019 yang baru berakhir, City dua kali menundukkan Watfor baik kandang maupun tandang. Di Stadion Vicarage Road, markas Watford, City menang 2 - 1 dan di Etihad, City menang 3 - 1.

Meski demikian, Gracia menegaskan bahwa final Piala FA merupakan momen pas untuk menjungkalkan City. “Kami kalah di dua pertemuan, tetapi saya pikir kami akan menunjukkan bahwa kami bisa mengalahkan mereka.”

Sebelum ini, satu-satunya final Piala FA yang diraih Watford terjadi pada 35 tahun lalu ketika mereka dikalahkan Everton 0 - 2. Fakta itu kontras dengan City yang tampil di 11 laga final memenanginya lima kali, terakhir pada 2011.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Manchester City, piala fa, Watford

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top