PIALA DUNIA 2018: Kekacauan Spanyol, Efek Pemecatan Lopetegui?

Terseok-seok, Spanyol akhirnya memastikan diri di babak 16 besar atau perdelapan final Piala Dunia 2018. Bermain imbang 2-2 melawan Maroko, setelah dua kali tertinggal, Spanyol langsung ditunggu tuan rumah Rusia, yang menjadi runner-up Grup A setelah dihajar Uruguay, juara Grup A, dengan skor telak, 0-3.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 26 Juni 2018  |  14:54 WIB
PIALA DUNIA 2018: Kekacauan Spanyol, Efek Pemecatan Lopetegui?
Pemain Maroko Manuel da Costa bertarung di udara dengan pemain Spanyol Iago Aspas, Sergio Ramos dan Rodrigo Moreno dalam pertandingan Grup B Piala Dunia 2018 antara Spanyol vs Moroko di Kaliningrad Stadium, Kaliningrad, Russia, Senin (25/6/2018) - REUTERS /Christian Hartmann

Bisnis.com, JAKARTA - Terseok-seok, Spanyol akhirnya memastikan diri di babak 16 besar atau perdelapan final Piala Dunia 2018. Bermain imbang 2-2 melawan Maroko, setelah dua kali tertinggal, Spanyol langsung ditunggu tuan rumah Rusia, yang menjadi runner-up Grup A setelah dihajar Uruguay, juara Grup A, dengan skor telak, 0-3.

Langkah Spanyol, juara dunia 2010, ke babak 16 terasa tidak terlalu meyakinkan. Setelah ditahan Portugal 3-3 di pertandingan pembuka Grup B, hanya menang 1-0 dari Iran dan terakhir seri 2-2 dengan Maroko.

Padahal, di babak kualifikasi, La Roja --yang berada satu grup dengan Italia, Albania, Israel, Makedonia dan Liechtenstein-- bergitu perkasa. Mereka lolos ke Rusia dengan rekor sembilan kemenangan dan satu kali seri.

1

 Spanyol

10

9

1

0

36

3

+33

28

2

 Italia

10

7

2

1

21

8

+13

23

3

 Albania

10

4

1

5

10

13

−3

13

4

 Israel

10

4

0

6

10

15

−5

12

5

 Makedonia

10

3

2

5

15

15

0

11

6

 Liechtenstein

10

0

0

10

1

39

−38

0

Bahkan, dalam pertandingan di Santiago Bernabeu, Madrid, pada 2 September 2017 yang disaksikan 73.628 penonton, Spanyol begitu perkasa bagi Italia, yang akhirnya tersingkir. Mereka menang 3-0 melalui Isco dua gol dan Morata --yang tidak masuk tim-- satu gol.

Boleh jadi, dari analisa Reuters, inilah efek atau konsekuensi  nyata dari pemecatan pelatih Julen Lopetegui, yang  terlihat telanjang dalam penampilan  kacau Spanyol melawan Maroko pada  Senin, yang menimbulkan keraguan serius tentang seberapa jauh mereka bisa pergi di Piala Dunia. Selain, adanya kabar perpecahan di dalam tim setelah kiper senior Pepe Reina clash dengan Fernando Hiero.

Pepe Reina clash dengan Fernando Hierro di pinggir lapangan/Reuters

Hasil imbang 2-2 di Kaliningrad, sangat menggairahkan bagi pemain netral, tetapi mengekspos kerentanan besar pada sisi juara dunia 2010, yang harus datang dari belakang dua kali setelah kesalahan ceroboh yang memberi dua gol bagi Maroko yang sudah tersingkir.

Andres Iniesta, yang biasanya tidak bisa salah, tertangkap dalam kesalahpahaman besar dengan kapten Sergio Ramos yang memberi Khalid Boutaib lari bebas menuju gol, dan Ramos tampak lemah  ketika pemain pengganti Maroko Youssef En-Nesyri mengalahkannya untuk bertarung di udara dan menjadi gol kedua Maroko.

Foto: Reuters


Spanyol juga membiarkan tembakan ketika sebuah tembakan dari Nordin Amrabat dari Maroko menghantam tiang gawang, dan ketika Boutaib gagal menaklukkan kiper David de Gea setelah balapan ke daerah gawang  tak tertandingi menyusul  lemparan ke dalam.

Beuntunglah Spanyol  tendangan tumit dari Iago Aspas di menit akhir diberi lampu hijau oleh asisten wasit video (VAR).

Alih-alih pertempuran melelahkan dengan Uruguay yang akan menunggu mereka di babak 16 besar, Spanyol sekarang akan bermain Rusia, tim peringkat terendah di turnamen.

Jika mereka mengatasi tuan rumah, mereka cenderung terhindar lawan  kelas berat di turnamen itu seperti Brasil atau Prancis hingga final.

Hierro dan Isco keduanya mengakui kinerja melawan Maroko "bukan jalan ke depan", dengan pelatih sementara menunjukkan perhatian khusus tentang lima gol yang dibiarkan timnya dari tiga pertandingan di Piala Dunia. Ini  kontras dengan hasil di 10 pertandingan babak kualifikasi. Di mana mereka hanya kebobolan tiga.

Untuk saat ini, Spanyol  telah lolos dari konsekuensi keras dari penampilan mereka yang membingungkan di Rusia, di mana mereka jarang terlihat seperti tim dominan dan menarik, yang lolos dari kualifikasi di bawah Lopetegui.

Namun jika mereka bertemu tim dengan kualitas yang lebih baik, seperti lawan potensial mereka di perempat  Kroasia, mereka mungkin tidak begitu beruntung, dan pemecatan tergesa-gesa dari mantan pelatih mereka akan disebut sebagai salah satu alasan utama untuk eliminasi mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
piala dunia 2018

Sumber : Reuters

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top