Skandal Paspor Palsu Landa Timnas Timor Leste

Paspor-paspor milik sembilan pemain yang mewakili Timor Leste tidak disahkan oleh AFC.
Newswire | 22 Maret 2017 23:59 WIB
Ilustrasi - Reuters/Jorge Adorno

Bisnis.com, JAKARTA - Paspor-paspor milik sembilan pemain yang mewakili Timor Leste tidak disahkan, demikian diumumkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Rabu (22/3/2017), ketika badan regional itu meneruskan upayanya memerangi penggunaan dokumen-dokumen yang dipalsukan.

"AFC telah menerima konfirmasi dari Kementerian Kehakiman Republik Demokratik Timor Leste bahwa paspor-paspor milik sembilan pesepak bola dinyatakan gugur dan batal," demikian pernyataan AFC.

"Para pemain itu tidak diizinkan untuk didaftar pada kompetisi apa pun baik sebagai warga Timor Leste atau menggunakan paspor-pasor Timor Leste yang mengandung nama mereka."

Kesembilan pemain itu lahir di Brasil dan mencakup gelandang Diogo Santos Rangel, yang bermain untuk klub sepak bola Thailand Songkhla United musim lalu, dan Patrick Alves Nobrega Luz, yang saat ini membela tim Kuwait Kazma SC.

Pemain-pemain lain adalah Fellipe Bertoldo dos Santos, Ramon Saro, Jairo Pinheiro Palmeira Neto, Junior Aparecido Guimaro de Souza, Paulo Cesar da Silva Martins, Paulo Helber Rosa Ribeiro, dan Rodrigo Sousa Silva.

AFC sebelumnya mengumumkan bahwa Timor Leste telah dicoret dari Piala Asia 2023 karena penggunaan dokumen-dokumen palsu setelah mengadakan penyelidikan, bekerja sama dengan Federation Internationale de Football Association (FIFA) pada Juni tahun lalu terhadap kelayakan para pemain tersebut.

Kesembilan pemain itu berpartisipasi dalam total 29 pertandingan dalam ajang-ajang AFC dan tujuh pertandingan di bawah yuridiksi FIFA. Timor Leste kehilangan 29 pertandingan di bawah AFC, yang juga menjatuhkan denda 56.000 dolar AS.

Federasi sepak bola negara itu juga didenda 20.000 dolar AS, sedangkan komite disiplin AFC menuntut skors 3 tahun terhadap sekretaris umum Amandio de Araujo Sarmento.

Sumber : Antara/Reuters

Tag : timor leste, afc
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top