Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CATATAN SEPAKBOLA: 'Sepakbolanomic'

Popularitas sepak bola yang menyebar dengan cepat mulai 1800 melalui para pelaut, pedagang dan tentara Inggris ke berbagai bagian dunia, berubah. " Soccer is big business, a billion dollar one" tulis Stefan Szymansk di buku Money and Football; A Soccernomics. Stefan Szymansk adalah profesor manajemen olahraga di University of Michigan dan penulis buku best seller pada 2009 Soccernomics , bersama wartawan InggrisSimon Kuper.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 09 Maret 2017  |  13:57 WIB
CATATAN SEPAKBOLA: 'Sepakbolanomic'
Seremonial penandatanganan kontrak kerja sama global resmi Hankook Tire and Real Madrid - dokumentasi
Bagikan

"Soccer is one of the most popular sports in Europe and the Americas," tulis Geno Jezek, dalam buku History Of Soccer! pada 2006. Namun, di Inggris Raya, sepakbola pernah menjadi olahraga terlarang, diharamkan untuk dimainkan.

Bisnis.com, JAKARTA - Dipicu oleh banyak kekerasan selama pertandingan di beberapa kompetisi, Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada 1365. Pada 1424, Raja James I dari Skotlandia juga menyatakan larangan yang sama. Bahkan dia mendeklarasikan slogan di parlemen: "Na man play at the Fute-ball" (No man shall play football).

Kini? Popularitas sepak bola yang menyebar dengan cepat mulai 1800 melalui para pelaut, pedagang dan tentara Inggris ke berbagai bagian dunia, berubah. " Soccer is big business, a billion dollar one…" tulis Stefan Szymansk di buku Money and Football; A Soccernomics. Stefan Szymansk adalah profesor manajemen olahraga di University of Michigan dan penulis buku best seller pada 2009 Soccernomics , bersama wartawan Inggris Simon Kuper.

Boleh jadi, semua itu berawal dari kisah 20 Februari 1992, saat divisi satu Inggris Football League membubarkan diri, dan pada Mei tahun yang sama, membentuk Liga Premier. Motivasi utama di balik merger ini untuk mengambil keuntungan dari penawaran hak siar televisi yang menjanjikan keuntungan besar seperti oleh Sky TV.

Pada 1992, Sky TV membayar hak televisi Premier League £191 juta untuk 5 tahun dan pada 2007, Sky dan Setanta membayar £1,7 miliar selama 5 tahun. Tawaran televisi itu baru awal; pada 2001, giliran Barclaycard yang membayar £48 juta untuk hak penamaan dari liga, dan pada 2007 mereka memperbaharui kesepakatan untuk £65,80 juta.

"Singkatnya, klub memutuskan untuk membentuk liga demi dividen besar," tulis David Lue, Sabreena Merchant, Jeffrey Nash, dan Ethan Settel di sites.duke.edu dengan judul The Money.

Kini, klub Premier League menghabiskan uang £215 juta di bursa transfer Januari 2017, demikian menurut analisis Deloitte Sports Business Group. Perkiraan ini membawa total belanja kotor klub Premier League untuk musim 2016/17 hampir £1,4 miliar, melebihi rekor sebelumnya £1 miliar yang ditetapkan musim lalu. Untuk pertama kalinya, dalam jendela transfer, klub di Liga Premier mencatat penerimaan bersih dari transfer pemain £40 juta atau sekitar Rp666,30 miliar.

Sementara itu, penjualan pemain oleh tim di Liga Spanyol pada musim lalu € 3 miliar , sedangkan keuntungan yang dihasilkan €201,20 juta, demikian info dari La Liga Chief Executive Officer Javier Tebas di Madrid, Jumat (4/2/2017). FC Barcelona dan Real Madrid masih dominan sebagai pembuat uang, menguasai sepertiga dari total pendapatan, tetapi saham mereka menyusut - baru-baru ini turun sekitar 50% dibanding 2012.

Di China? Investasi yang dikucurkan bagi sebuah klub sepak bola asal China membuat nilai klub tersebut meroket menjadi lebih dari US$ 800 juta. Investasi tersebut membuat nilai klub asal Negeri Panda ini sejajar dengan sejumlah klub terbaik asal negera di Eropa  termasuk AC Milan.

Developer asal Beijing, Sinobo Land Co., sepakat untuk membeli 64% saham klub bernama Beijing Guoan tersebut dari pemilik sebelumnya, Citic Ltd.

Valuasi grup ini bahkan lebih tinggi dari nilai yang didapatkan AC Milan yakni sebesar US$795 juta ketika sekelompok investor asal China menawar tim tersebut.

Kesepakatan harga yang didapatkan Beijing Guoan menggambarkan peningkatan valuasi tim sepakbola di negeri tersebut.

Dengan valuasi yang melebihi nilai AC Milan, Beijing Guoan bukanlah tim dengan nilai tertinggi di China. Adapula Evergrande Taobao, juara liga enam tahun berturut-turut nilainya mencapai US$2,9 miliar, berdasarkan harga perdagangan saham OTC [over the counter ] terakhir di Negeri Tirai Bambu tersebut.

“Ini merupakan harga setelah penggelembungan. Jelas bahwa harga ini tercipta berdasarkan keinginan pemerintah untuk memiliki klub sepakbola berharga tinggi yang bisa dibandingkan dengan klub terbesar di dunia,” kata Simon Chadwick, seorang profesor di bisnis olahraga dan konsultan persepakbolaan China seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (27/1/2017).

Bagaimana di Indonesia? Persib Maung Bandung, contohnya. Kini klub itu dikelola oleh PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) sejak 2009. Komisaris Utama Zainuri Hasyim, Wakil Komisaris Erick Thohir, Komisari s H. Umuh Muchtar, Kuswara S. Taryono dan Uthan Mokhamad Arief.

Melalui PT Surya Eka Perkasa, keluarga Thohir menguasai 70% saham PT Persib Bandung Bermartabat. PBB, yang juga dimiliki oleh Glenn Timothy Sugita (co-founder, managing partner and member of the investment committee at The Northstar Group) dan Pieter Tanuri, mulai menerapkan pengelolaan keuangan yang profesional. Maung Bandung mulai didatangi sponsor a.l. Harum Energy milik Kiki Barki -- orang terkaya No 11 di Indonesia-- dan pada 2011 giliran Sumaudera Energy , milik Patrick Waluyo , menantu mantan Presiden Direktur PT Astra International Tbk., Teddy P. Rachmat.

Bersama Patrick Waluyo, Presiden Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn T Sugita, mengelola PT North Star Pacific (NSP). PT NSP -- perusahaan investasi serta pengelolaan uang yang mengakuisisi 35% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) milik Bakrie Group senilai US$1,3 miliar pada 2008-- juga mensponsori Persib. Bahkan yang mendanai kepindahan Sergio van Dijk --yang kontraknya diperkirakan Rp2 miliar-Rp5 miliar-- ke Persib adalah PT North Star Pacific.

Setelah meriah gelar juara ISL 2014, pada musim berikutnya, PT PBB menggandeng 15 sponsor, lima sponsor lebih banyak dari musim lalu. Ke-15 sponsor itu yakni, Datsun, Indofood, Kantor Pos, Kopi ABC, Corsa, Indosat, IM3, Dompetku, League, FWD, Salvus, FBS, Envi, Mogu-mogu dan Bobotoh FM. Paket minimum Rp750 juta dan paket tertinggi mencapai Rp6 miliar.

Namun, yang harus kita ingat, kendati uang (mungkin) dewa dari agama sepak bola, jika tidak ada iman dalam permainan, tidak ada uang yang akan dibuat. Artinya, pada akhirnya, permainan itu sendiri adalah yang benar-benar penting dari semuanya.

Money, it’s a gas

Grab that cash with both hands and make a stash

New car, caviar, four star daydream

Think I’ll buy me a football team

-Pink Floyd-

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bintang sepakbola Klub Terkaya
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top