Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Maroko Dilarang Ikut Piala Afrika 2 Kali

CAF menghukum Maroko tidak boleh mengikuti dua kali penyelenggaraan Piala Afrika setelah menarik diri dari tuan rumah putaran final event tersebut
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 07 Februari 2015  |  06:47 WIB
Maroko Dilarang Ikut Piala Afrika 2 Kali
Presiden CAF Issa Hayatou dari Kamerun - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menghukum Maroko tidak boleh mengikuti dua kali penyelenggaraan Piala Afrika setelah menarik diri dari tuan rumah putaran final event tersebut untuk edisi 2015 yang berlangsung mulai pertengahan Januari hingga awal Februari.

Maroko sebenarnya telah ditunjuk dan menyetujui untuk menyelenggarakan putaran final Piala Afrika 2015. Namun negara di Afrika utara tersebut meminta event itu ditunda hanya 2 bulan sebelum kick off dengan alasan takut terkena wabah virus Ebola.

CAF kemudian menolak permintaan tersebut dengan pertimbangan tidak pernah terjadi sebelumnya putaran final Piala Afrika—yang diselenggarakan pertama kali di Sudan pada 1957—ditunda pelaksanaannya dengan alasan apa pun.

Organisasi sepak bola tertinggi di Benua Hitam itu pun lantas mencari negara pengganti Maroko agar event tersebut tetap bisa digelar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Guinea Khatulistiwa, yang juga menjadi tuan rumah Piala Afrika 2012 bersama dengan Gabon, akhirnya bersedia menjadi tuan rumah turnamen tersebut.

Federasi Sepak Bola Maroko juga dikenai sanksi sebesar 1 juta dolar AS kepada CAF dan membayar 8,05 juta euro sebagai ganti rugi kepada CAF dan para mitranya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

piala afrika

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top