Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Permintaannya Ditolak FIFA, Timnas Denmark Kini Fokus ke Sepak Bola

Pekan lalu FIFA menolak permintaan Denmark agar membolehkan memakai kaus bertuliskan Hak Asasi Manusia untuk Semua selama latihan di Qatar.
Pelatih Timnas Denmark Kasper Hjulmand/UEFA.com
Pelatih Timnas Denmark Kasper Hjulmand/UEFA.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pelatih kepala Denmark Kasper Hjulmand mengatakan timnya akan 'fokus kepada sepak bola' setelah FIFA menolak permintaan negara itu agar mengenakan kaus khusus membela hak asasi manusia selama latihan.

Berbicara kepada wartawan pada Senin malam saat skuad Denmark berangkat ke Piala Dunia, Hjulmand mengatakan bahwa mereka sudah "memutuskan kami akan fokus kepada sepak bola."

"Kini kami sudah sini, sehari sebelum kami melakukan perjalanan, dan bagi kami harapannya adalah bahwa kami mendarat dan menuntaskan pekerjaan kami," kata Hjulmand.

Pekan lalu FIFA menolak permintaan Denmark agar membolehkan memakai kaus bertuliskan "Hak Asasi Manusia untuk Semua" selama latihan di Qatar.

"Kami sama sekali tidak akan mengenakan jersey itu," kata Jakob Jensen, CEO Asosiasi Sepak Bola Denmark (DBU) kepada AFP, Senin.

Jensen mengatakan walaupun keputusan FIFA yang tak membolehkan pemakaian seragam itu mengikuti "prosedur standar", dia menyatakan pesan HAM dalam kaos itu "tidak terlalu politis karena ini seharusnya menjadi pernyataan yang didukung semua orang."

Qatar menghadapi kritik atas catatan hak asasi manusianya dalam memperlakukan pekerja asing pada proyek infrastruktur besar untuk Piala Dunia dan atas hak-hak perempuan dan LGBTQ.

Pada saat yang sama Jensen menyuarakan penilaian Hjulmand.

"Para pemain di sini untuk bermain sepak bola, mereka bermimpi menjuarai Piala Dunia, mereka harus bisa fokus bermain," kata Jensen seraya menambahkan bahwa terserah dia dan FA Denmark untuk membahas HAM.

"Mereka jelas bebas mengekspresikan diri, beberapa dari mereka sudah melakukannya, tetapi tidak apa-apa juga jika beberapa dari mereka hanya ingin fokus kepada sepak bola," kata dia.

FIFA yang awal November lalu sudah melarang semua pesan politik mendesak semua tim "fokus kepada sepak bola" dan tidak terseret "ke dalam setiap pertempuran ideologis atau politik".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Newswire
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper