Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anggota TGIPF Sebut Jam Ideal Pertandingan Sepak Bola

Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Nugroho Setiawan, menyebut waktu ideal untuk memainkan pertandingan sepak bola pasca tragedi Kanjuruhan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Oktober 2022  |  20:17 WIB
Anggota TGIPF Sebut Jam Ideal Pertandingan Sepak Bola
Suasana Unjuk Rasa suporter sepakbola Indonesia atas Tragedi Kanjuruhan yang berlangsung di kawasan Stadiun Gelora Bung Karno, Jakarta Minggu (2/10/2022). - Bisnis/Surya Dua Artha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Nugroho Setiawan, mengungkapkan waktu ideal untuk memainkan pertandingan sepak bola pasca tragedi Kanjuruhan.

Nugroho Setiawan menilai ada kecenderungan pertandingan Liga 1 Indonesia digelar terlalu malam.

Pada musim-musim sebelumnya, ia mengatakan jadwal pertandingan paling malam ialah pukul 19.00 WIB. Adapun pada musim ini pertandingan digelar paling malam pukul 20.30 WIB.

"Liga 1 sebelumnya biasanya dimulai pukul 17.00 dan paling malam pukul 19.00 WIB," kata Nugroho dilansir dari Tempo.

Menurut Nugroho, kebijakan soal jadwal laga sepak bola di Indonesia biasanya diputuskan untuk kepentingan jam tayang dari pemegang hak siar.

Nugroho yang merupakan salah satu pemegang lisensi FIFA dan AFC Security Officer menilai dari aspek keamanan, pertandingan sepak bola lebih baik bila diadakan pada sore atau petang hari. Salah satu pertimbangannya ialah agar mudah mengendalikan situasi apabila terjadi situasi yang kurang kondusif.

"Semakin malam, semakin sulit mengendalikan situasi. Polisi sendiri lebih enak mengamankan saat terang (sore) dibanding malam," kata mantan Kepala Departemen Infrastruktur, Keamanan, dan Keselamatan PSSI ini.

Oleh sebab itu, Nugroho mengatakan waktu ideal untuk pertandingan sepak bola di Indonesia ialah pada pukul 15.00, 17.00, dan 19.00.

Lebih lanjut, ia menilai ada persoalan lain dalam hal jadwal sepak bola di Indonesia. Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta atau TGIPF Tragedi Kanjuruhan ini menilai tidak adanya stasiun televisi yang khusus menayangkan siaran olahraga menjadi persoalan tersendiri.

Nugroho menceritakan pernah berbeda pendapat dengan koleganya saat di PSSI ihwal jadwal pertandingan Liga 1 yang harus menyesuaikan dengan tayangan program lainnya.

"Mereka minta jamnya tanggung, tunggu program lain selesai. Saya ngotot minta tepat waktu pukul 17.00 atau pukul 19.00. Mungkin kalau kita punya kanal (televisi) olahraga bisa berbeda ceritanya," ucap Nugroho.

Sebelumnya, dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang usai laga Arema FC vs Persebaya, panitia pelaksana atau pertandingan sempat meminta agar jadwal pertandingan berubah.

Panpel Arema FC meminta operator Liga 1 agar mengubah pertandingan digelar sore hari. Namun permintaan tersebut ditolak oleh operator. Walhasil, kickoff tetap diadakan pukul 20.00 WIB pada Sabtu (1/10/2022).

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan sebelumnya menyatakan bahwa pertandingan pada malam hari sudah lumrah dilakukan. Pada Liga 1 musim sebelumnya juga ada laga yang berjalan pada malam hari.

"Dari dulu juga ada (pertandingan) malam kan. Kebetulan saja ini ada kejadian paling tragis. Kita tidak bisa menentukan karena ada jam khusus orang menonton. Dari pihak penyiaran begitu. Mereka berkaca juga kenapa dulu bisa malam, kenapa sekarang tidak," kata Iriawan.

"Kan tetap ada malam dan sore, tidak bisa keduanya digeser di waktu bersamaan. Ini berkaitan dengan penyiaran televisi," kata sosokyang akrab disapa Iwan Bule ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tragedi Kanjuruhan Liga 1 sepak bola sepak bola indonesia
Editor : Taufan Bara Mukti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top