Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pita Hitam di Lengan, Tanda Dunia Sepak Bola Berkabung dengan Tragedi Kanjuruhan

Pada budaya Barat, pita hitam yang biasanya diletakkan di lengan menandakan sedang berkabung.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  10:03 WIB
Pita Hitam di Lengan, Tanda Dunia Sepak Bola Berkabung dengan Tragedi Kanjuruhan
Duka cita untuk tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan ratusan orang.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Saat pertandingan sepak bola Espanyol melawan Valencia, keterangan skor siaran langsung menampilkan bendera Indonesia dan pita hitam, pada Ahad, 2 Oktober 2022. Selain itu, laga-laga Liga Spanyol lain pun mengheningkan cipta (minutes of silence) sebelum pertandingan dimulai yang merupakan ungkapan belasungkawa meninggalnya 187 orang di Stadion Kanjuruhan, Malang.

"La Liga dan RFEF telah membuat kesepakatan untuk mengheningkan cipta selama satu menit. Hal ini bertujuan untuk mengungkapkan belasungkawa kepada masyarakat Indonesia, terutama rekan-rekan mereka yang meninggal dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, di pulau Jawa, serta mendoakan agar mereka yang terluka cepat sembuh," begitu keterangan tertulis La Liga.

Sebelum kick off, kedua kesebelasan Espanyol dan Valencia berkumpul di tengah lapangan sambil mengheningkan cipta. Hal ini pun diikuti oleh para penonton yang datang langsung ke Cornella-El Prat Stadium, melansir laman Sportsmole.

"Mengheningkan cipta akan dilakukan dalam semua pertandingan yang masih akan dimainkan pada matchday 7 La Liga dan matchday 8 La Liga," begitu penjelasan tambahan dalam keterangan La Liga.

Makna Pita Hitam dalam Dunia Sepak Bola

Penggunaan pita hitam atau ban hitam tidak sembarangan dikenakan ketika pertandingan sepak bola. Sebab, penggunaanya memiliki arti tersendiri. Pada dunia sepak bola, ban atau pita hitam itu disebut black armband.

Pada budaya Barat, pita hitam yang biasanya diletakkan di lengan menandakan sedang berkabung atau ingin mengidentifikasi dengan peringatan seorang teman keluarga, kawan atau anggota tim yang telah meninggal. Umumnya, penggunaan pita hitam ini dilakukan ketika pertemuan atau pertandingan pertama setelah kehilangan anggota, organisasi, atau sekelompok masa yang meninggal. 

Pita hitam dikenakan oleh organisasi berseragam, seperti polisi, pemadam kebakaran atau militer ketika pemakaman seorang kawan atau kematian penguasa.

Pada dunia olahraga, khususnya sepak bola, para pemain akan sering memakai pita hitam pula setelah kematian mantan pemain atau manajer. Bahkan, pita hitam juga sebagai lambang simpati atas peristiwa bencana kelam yang sedang terjadi dalam dunia olahraga. Tidak hanya itu, pita hitam ini biasanya tidak harus dipakai atau diletakkan di lengan, tetapi bisa juga hanya berbentuk simbol pita hitam, seperti dalam keterangan skor siaran langsung ketika pertandingan, sebagaimana dilansir dalam laman ibtimes.co.in.

Penggunaan pita hitam dalam dunia sepak bola pernah terjadi di Indonesia. Kala itu, Timnas Indonesia U-16 mengenakan pita hitam ketika bertanding dalam laga kontra dengan Timnas Kamboja U-16 di Piala AFF U-16 2018. Para pemain Timnas Indonesia U-16 memakai pita hitam sebagai bentuk simpati terhadap korban dalam tragedi bencana alam gempa bumi di Lombok.

Selain itu, di dunia sepak bola Internasional sebelum dalam La Liga Espanyol vs Valencia, telah ada penggunaan pita hitam yang dilakukan Timnas Italia dalam pertandingan melawan Wales di Piala Eropa 2020. Hal itu sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan duka cita kepada Giampiero Boniperti, mantan pemain sepak bola yang membela Juventus selama 15 tahun.

Selain sepak bola, olahraga kriket pun sering menggunakan pita hitam ini untuk ungkapan belasungkawa atas meninggalnya seseorang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kerusuhan Kanjuruhan Liga Spanyol arema persebaya

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top