Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pakai Gas Air Mata, 18 Polisi Diperiksa Terkait Tragedi Kanjuruhan

Sebanyak 18 anggota polisi diperiksa terkait penggunaan gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan.
Taufan Bara Mukti
Taufan Bara Mukti - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  15:01 WIB
Pakai Gas Air Mata, 18 Polisi Diperiksa Terkait Tragedi Kanjuruhan
Suasana Unjuk Rasa suporter sepakbola Indonesia atas Tragedi Kanjuruhan yang berlangsung di kawasan Stadiun Gelora Bung Karno, Jakarta Minggu (2/10/2022). - Bisnis/Surya Dua Artha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 18 anggota polisi diperiksa terkait penggunaan gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan.

Gas air mata disebut sebagai salah satu pemicu banyaknya korban jiwa dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Meski penggunaan gas air mata telah dilarang dalam regulasi FIFA, namun polisi yang berjaga mengamankan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya tetap menggunakan senjata pengendali massa tersebut.

Tim bentukan Mabes Polri yang bertugas menginvestigasi tragedi Kanjuruhan pun memeriksa 18 polisi terkait polemik ini.

"Secara internal, Itsus dan Propam sudah memeriksa anggota yang terlibat pengamanan. Sudah diperiksa 18 orang anggota yang bertanggung jawab atau operator senjata pelontar. Ini sedang diperiksa dan didalami Itsus atau Propam," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam konferensi pers, Senin (3/10/2022) siang.

Tim investigasi, kata Dedi, tengah mendalami prosedur penggunaan gas air mata dalam insiden mengerikan ini.

Selain itu, tim dari Polri dan Bareskrim juga akan memeriksa saksi serta pejabat terkait yang berwenang dalam penyelenggaraan laga.

"Update hari ini tim investigasi Polri dari Bareskrim akan memeriksa beberapa saksi dari Direktur LIB, Ketua PSSI Jatim, Ketua Panpel dari Arema, Kadispora Provinsi Jatim dimintai keterangan oleh tim penyidik hari ini," ucapnya.

Polisi juga akan memeriksa rekaman kamera CCTV yang tersebar di 32 titik di sekitar stadion.

Tragedi Kanjuruhan menjadi salah satu yang paling parah dalam sejarah sepak bola Indonesia. Dari data terkini, korban jiwa akibat insiden tersebut mencapai 180 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tragedi Kanjuruhan gas air mata polisi Kerusuhan Kanjuruhan Arema FC vs Persebaya
Editor : Taufan Bara Mukti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top