Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kronologi Kerusuhan Kanjuruhan usai Laga Arema FC vs Persebaya Versi Suporter

Salah seorang suporter yang mengeklaim hadir di Stadion Kanjuruhan pada laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, menuturkan kronologi kerusuhan yang terjadi.
Taufan Bara Mukti
Taufan Bara Mukti - Bisnis.com 02 Oktober 2022  |  10:58 WIB
Kronologi Kerusuhan Kanjuruhan usai Laga Arema FC vs Persebaya Versi Suporter
Duka cita untuk tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan ratusan orang.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Salah seorang suporter yang mengeklaim hadir di Stadion Kanjuruhan pada laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, menuturkan kronologi kerusuhan yang terjadi.

Berita duka datang dari pertandingan sepak bola Indonesia, Liga 1 2022-2023. Partai panas Arema FC vs Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, berakhir dengan kerusuhan, Sabtu (1/10/2022).

Hingga Minggu (2/10/2022) pagi, tercatat ada 127 orang yang dinyatakan meninggal dunia akibat kerusuhan tersebut.

Salah seorang suporter Arema FC yang mengaku hadir di Stadion Kanjuruhan pada saat kerusuhan terjadi, menuturkan kronologi musibah memilukan tersebut.

Akun Twitter @RezqiWahyu_05 menuturkan bahwa pertandingan awalnya berjalan lancar seperti pada umumnya.

Suporter masih tertib duduk di tribune penonton sembari memberi dukungan kepada Arema FC dan menebar psywar untuk pemain Persebaya.

Akan tetapi, tensi memanas usai laga dimenangi Persebaya dengan skor 3-2 atas Arema FC itu.

Suporter tuan rumah yang kecewa dengan hasil buruk tersebut lantas melayangkan protes kepada jajaran pelatih dan pemain Singo Edan.

"Pelatih Arema dan manajer tim mendekati tribune timur dan menunjukkan gestur minta maaf ke supporter. Di sisi lain, ada satu orang suporter yang dari arah tribune selatan nekat masuk dan mendekati Sergio Silva dan (Adilson) Maringa. Terlihat sedang memberikan motivasi dan kritik kepada mereka," tulis akun tersebut.

Aksi itu diikuti beberapa oknum suporter yang juga memberikan kritik kepada pemain. Kapten Arema FC, Johan Alfarizie, berupaya memberi pengertian kepada oknum suporter tersebut.

Situasi makin tak kondusif setelah itu. Banyaknya suporter yang masuk ke lapangan membuat bentrokan dengan petugas keamanan tak bisa dielakkan.

"Diikuti dengan lempar-lempar berbagai macam benda ke arah lapangan, dan para suporter yang semakin tidak terkendali. Akhirnya pemain digiring masuk kedalam ruang ganti dengan kawalan pihak berwajib. Setelah pemain masuk, supporter makin tidak terkendali dan semakin banyak yang masuk ke lapangan," ujarnya.

Aparat mencoba memukul mundur massa yang merangsek masuk ke lapangan. Menurut kesaksian @RezqiWahyu_05, oknum kepolisian melakukan pemukulan terhadap suporter.

"Tapi saat aparat memukul mundur suporter di sisi selatan, suporter dari sisi utara yang menyerang ke arah aparat. Karena semakin banyaknya supporter yang masuk ke lapangan dan kondisi sudah tidak kondusif. Aparat menembakkan beberapa kali gas air mata ke arah supoter yang ada di lapangan. Silih berganti suporter menyerang aparat dari sisi selatan dan utara," kata dia.

Situasi kaos yang terjadi di alam stadion membuat suporter panik dan bergegas mencari jalan keluar. Nahas, pintu keluar stadion penuh sesak hingga menimbulkan penumpukan.

"Banyak ibu-ibu, orang tua, dan anak anak kecil yang terlihat sesak enggak berdaya, enggak kuat ikut berjubel untuk keluar dari stadion. Terlihat mereka sesak karena terkena gas air mata. Seluruh pintu keluar penuh dan terjadi macet," ujar akun tersebut.

Di dalam stadion gas air mata terus ditembakkan oleh aparat ke berbagai arah. Hal itu semakin memperkeruh keadaan hingga banyak suporter yang pingsan tak berdaya diduga karena sesak napas.

"Kondisi luar Stadion Kanjuruhan sudah sangat mencekam. Banyak suporter yang lemas bergelimpangan, teriakan dan tangisan wanita. Suporter yang berlumuran darah, mobil hancur, kata-kata makian dan amarah. Batu batako, besi, dan bambu berterbangan," tutur dia.

Kerusuhan Kanjuruhan menjadi insiden paling kelam dalam sepak bola Indonesia. Banyaknya korban jiwa yang meninggal akibat insiden itu memantik reaksi dari berbagai kalangan.

PT LIB selaku operator Liga 1 2022-2023 akhirnya memutuskan untuk menunda kompetisi untuk satu pekan ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kerusuhan Kanjuruhan Arema FC vs Persebaya Suporter Liga 1 stadion Kanjuruhan
Editor : Taufan Bara Mukti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top