Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Piala Dunia 2022 Jadi Turnamen Termahal dalam Sejarah FIFA

Gelaran Piala Dunia 2022 akan menjadi turnamen bentukan FIFA yang termahal sepanjang sejarah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 September 2022  |  13:18 WIB
Piala Dunia 2022 Jadi Turnamen Termahal dalam Sejarah FIFA
Al Rihla, bola yang dipakai di Piala Dunia 2022 - Twitter FIFA World Cup
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Gelaran Piala Dunia 2022 akan menjadi turnamen bentukan FIFA yang termahal sepanjang sejarah.

Piala Dunia 2022 akan dihelat di Qatar mulai 20 November sampai 18 Desember mendatang. Edisi tahun ini menjadi Piala Dunia pertama yang digelar di Timur Tengah dan berlangsung pada musim dingin.

Piala Dunia 2022 ini akan menjadi turnamen FIFA termahal dalam sejarah dengan menelan biaya mencapai 220 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp3,3 kuadriliun).

Biaya Piala Dunia 2022 hampir 20 kali lipat dari dana yang dihabiskan Rusia untuk menggelar Piala Dunia 2018.

Dilansir dari Doha News, peningkatan besar anggaran ini sebagian karena pembangunan stadion dan infrastruktur untuk Piala Dunia di Qatar.

Pembangunan stadion yang akan digunakan untuk menyambut Piala Dunia memakan anggaran sekitar 6,5 miliar hingga 10 miliar dolar Amerika Serikat.

Sisa dari anggaran 220 miliar dolar Amerika Serikat itu digunakan untuk membiayai rencana Nasional Qatar 2030 agar menjadi negara yang lebih luas, berpusat pada pengembangan infrastruktur, termasuk pembangunan pusat inovasi dengan hotel, jaringan transportasi yang canggih, dan bandara.

"Piala Dunia adalah bagian dari Visi Nasional Qatar 2030, strategi pemerintahan yang lebih luas ini, ingin mempromosikan pengembangan intensif fasilitas dan industri perkotaan dan nasional, di samping dari sistem pendidikan dan perawatan kesehatan," ujar Fatma Al Nuaimi, Direktur Eksekutif Komunikasi untuk Piala Dunia 2022 Qatar.

Selain itu, berbicara kepada The Sun, dia menekankan bahwa ketiga pengembangan ini merupakan bagian dari visi Qatar untuk kehidupan yang lebih luas setelah Piala Dunia.

Dia juga menambahkan bahwa sebagian besar proyek infrastruktur skala besar ini, nantinya akan digunakan oleh tim dan para pendukung yang akan hadir di Piala Dunia.

Pembuatan jalan baru, kereta bawah tanah, bandara, hotel, dan fasilitas wisata lainnya telah direncanakan bahkan sebelum Qatar mendapatkan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Visi Nasional Qatar 2030 dengan strategi kehidupan luas itu menjadi salah satu perbedaan Qatar dengan tuan rumah Piala Dunia edisi-edisi sebelumnya.

Pengembangan infrastruktur dan sistem transportasi negara yang terbesar adalah Metro Doha yang membutuhkan investasi yang signifikan.

Selain itu, jaringan transportasi bawah tanah juga dilakukan secara besar-besaran yang dimulai pada tahun 2019 dan menelan biaya sekitar 36 miliar dolar AS itu dianggap penting untuk para pendukung yang ingin melakukan perjalanan cepat ke seluruh kota selama Piala Dunia berlangsung.

Komponen lainnya adalah pengembangan Bandara Internasional Hamad yang sering memenangkan banyak penghargaan. Qatar telah menghabiskan 16 miliar dolar AS sejak pertama kali dibuka pada tahun 2014.

Di antara semuanya, yang paling menghabiskan banyak anggaran adalah pembangunan Stadion Lusail yang akan menjadi lapangan untuk pertandingan final Piala Dunia 2022.

Daftar Anggaran Piala Dunia

Piala Dunia 2022 Qatar – USD 220 miliar
Piala Dunia 2018 Rusia – USD 11,6 miliar
Piala Dunia 2014 Brasil – USD 15 miliar
Piala Dunia 2010 Afrika Selatan – USD 3,6 miliar
Piala Dunia 2006 Jerman – USD 4,3 miliar
Piala Dunia 2002 Jepang dan Korea Selatan – USD 7 miliar
Piala Dunia 1998 Prancis – USD 2,3 miliar
Piala Dunia 1994 Amerika Serikat – USD 500 juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

piala dunia 2022 qatar piala dunia fifa
Editor : Taufan Bara Mukti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top