Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

KONI Pusat Berharap Pencak Silat Bisa Dipertandingkan di Olimpiade

Ketua Umum KONI Pusat meminta kompetisi pencak silat digelar dengan sebaik-baiknya agar memiliki standar internasional dan dicintai di dunia ini agar jalan menuju tampil sebagai olahraga resmi Olimpiade semakin lapang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Oktober 2021  |  17:41 WIB
KONI Pusat Berharap Pencak Silat Bisa Dipertandingkan di Olimpiade
Pasangan pesilat Indonesia Ayu Sidan Wilantari (kanan) dan Ni Made Dwiyanti tampil dalam babak final ganda putri pencak silat seni Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (29/8/2018). - ANTARA/Melvinas Priananda
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman mengajak segenap pengurus Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) untuk terus mengembangkan olahraga bela diri tradisional Indonesia ini hingga bisa dipertandingkan pada ajang Olimpiade.

“Pencak silat ini adalah bela diri asli Indonesia jadi kita harus bersatu, saya mengajak IPSI, baik itu di tingkat pusat maupun di provinsi, kabupaten/kota untuk kita membuat suatu perencanaan yang sangat baik. Kita harus membawa pencak silat ini menuju Olimpiade,” katanya saat membuka pertandingan pencak silat PON XX Papua di GOR Toware, Kabupaten Jayapura, Rabu (6/10/2021).

Ketua Umum KONI Pusat meminta kompetisi pencak silat digelar dengan sebaik-baiknya agar memiliki standar internasional dan dicintai di dunia ini agar jalan menuju tampil sebagai olahraga resmi Olimpiade semakin lapang.

Untuk itu menurut Marciano, peran pelatih yang kompeten menjadi perhatian KONI Pusat agar bisa menyebar mengembangkan pencak silat ke seluruh pelosok dunia.

“Salah satu kuncinya kita harus mempersiapkan banyak pelatih yang berstandar internasional yang juga bisa masuk ke banyak negara, sehingga persyaratan minimal negara yang memberikan dukungan cabang olahraga itu dipertandingkan atau tidak di Olimpiade itu terpenuhi, karena pelatih Indonesia sudah ada di mana-mana,” terang Marciano.

“Nanti kita buat pencak silat itu seperti karate, seperti taekwondo, agar mendunia dan juga menjadi kebanggaan Indonesia,” tutupnya.

Pertandingan pencak silat Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua diikuti 206 pesilat dari 27 provinsi dan mulai digelar di GOR Toware, Kabupaten Jayapura tanggal 6 Oktober hingga tanggal 12 Oktober.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

olimpiade Pencak Silat

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top