Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sambut Euro 2020 dengan Rekor Mentereng, Ini Profil Timnas Italia

Di bawah asuhan Roberto Mancini, Italia tak terkalahkan dalam 27 laga terakhir dengan mencetak 37 gol dan hanya empat kali kebobolan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  15:57 WIB
Dua andalan lini depan Italia, Ciro Immobile (kanan) dan Lorenzo Insigne. - UEFA.com
Dua andalan lini depan Italia, Ciro Immobile (kanan) dan Lorenzo Insigne. - UEFA.com

Bisnis.com, JAKARTA - Italia maju ke putaran final Euro 2020 atau Piala Eropa 2020 sebagai salah satu calon kuat juara. Pasalnya, tim yang pernah sekali menggenggam Piala Eropa ini menyapu bersih kemenangan dalam 10 laga kualifikasi.

Di bawah asuhan Roberto Mancini, Gli Azzurri melalui babak kualifikasi dengan mencetak 37 gol dan hanya empat kali kebobolan. Timnas ini punya catatan mentereng, yakni tak terkalahkan dalam 27 laga terakhir.

Dengan catata itu, Pemenang Piala Dunia empat kali ini akan berupaya mengejar gelar juara keduanya di Euro, setelah pernah meraihnya pada 1968.

Dalam turnamen Piala Eropa kesembilan yang diikutinya ini, Italia tergabung di Grup A dengan Turki, Wales dan Swiss. Gli Azzuri akan memulai turnamen dengan melawan Turki, pada Sabtu (12/6/2021).

Skuad Timnas Italia untuk Euro 2020:

Penjaga Gawang: Gianluigi Donnarumma (Milan), Alex Meret (Naples), Salvatore Sirigu (Turin).

Bek: Francesco Acerbi (Lazio), Alessandro Bastoni (Inter), Leonardo Bonucci (Juventus), Giorgio Chiellini (Juventus), Giovanni Di Lorenzo (Naples), Emerson Palmieri (Chelsea), Alessandro Florenzi (Paris St Germain), Leonardo Spinazzola ( Roma), Rafael Toloi (Atalanta).

Gelandang: Nicolo Barella (Inter), Bryan Cristante (Roma), Jorginho (Chelsea), Manuel Locatelli (Sassuolo), Lorenzo Pellegrini (Roma), Stefano Sensi (Inter), Marco Verratti (Paris St Germain).

Penyerang: Andrea Belotti (Turin), Domenico Berardi (Sassuolo), Federico Bernardeschi (Juventus), Federico Chiesa (Juventus), Ciro Immobile (Lazio), Lorenzo Insigne (Naples), Giacomo Raspadori (Sassuolo).

Pilihan Formasi

Italia biasanya memakai formasi 4-3-3, mendasarkan permainan mereka pada fondasi pertahanan yang kuat. Tapi, formasi itu bukannya tanpa kualitas menyerang dan tipu muslihat. Perpaduan antara pemain muda dan pengalaman menjadi kelebihan Italia di Piala Eropa kali ini.

Mereka memiliki duet maut di lini serangnya. Kombinasi Lorenzo Insigne dari Napoli dan Ciro Immobile dari Lazio sudah membuktikan ketajamannya di Seri A Liga Italia. Keduanya telah mencetak 39 gol Serie A di antara mereka pada 2000-21.

Perkiraan Susunan Pemain:

Donnarumma; Florenzi, Bonucci, Chiellini, Emerson; Barella, Jorginho, Verratti; Chiesa, Insigne, Immobile.

Pemain Bintang: Jorginho

Penggerak kunci di lini tengah. Jorginho membuat segalanya terus berjalan dan memungkinkan pemain seperti Marco Verratti bermain dengan lisensi yang lebih kreatif.

Pemain Chelsea beruia 29 tahun ini adalah satu dari hanya tiga pemain selama kualifikasi yang mencatatkan lebih dari 1.000 sentuhan bola. Jorginho mungkin masih mendapat kritik di Stamford Bridge, tetapi dia adalah anggota tim Mancini yang berharga dan tak tergantikan.

Pendatang Baru: Federico Chiesa

Pada usia 23 tahun, Federico Chiesa telah membuktikan diri sebagai salah satu pemain muda paling menarik di Italia. Ia mencetak delapan gol dan delapan assist Serie A untuk Juventus, yang meminjamnya dari Fiorentina. Pemain sayap itu bisa bersiap untuk hal-hal besar di turnamen tersebut.

Chiesa menjadi satu dari empat pemain teratas Serie A untuk soal peluang yang diciptakan (18). Visinya yang dikombinasikan dengan penyelesaian mematikan dari Ciro Immobile bisa menjadi kombinasi yang sangat efektif.

Pelatih Roberto Mancini

Roberto Mancini telah mengubah nasib Italia sejak mengambil pekerjaan itu pada 2018. Mantan manajer Manchester City hanya kalah dua kali dari 30 pertandingan, dengan persentase kemenangan yang mengesankan (70 persen).

Kunci dari performa Italia adalah ketahanan pertahanan. Mereka hanya kebobolan 14 gol di bawah Mancini dan tidak ada yang menunjukkan bahwa hal itu akan berubah di Euro.

Seperti yang telah dibuktikan di turnamen internasional sebelumnya, pertahanan rapat yang dikombinasikan dengan beberapa kualitas individu di depan sering menjadi katalis untuk kesuksesan. Mancini akan berharap resep itu bisa membawa Azzurri sepanjang musim panas ini.

Komentar Mancini sebelum laga perdana Euro 2020 melawan Turki:

"Turki adalah tim yang kuat, karena para pemainnya bagus secara teknis dan fisik yang kuat. Mereka telah meningkat pesat."

"Ini akan menjadi pertandingan yang sama melawan Swiss dan Wales. Grup ini cukup sulit. Anda tidak mungkin untuk menemukan tim yang lemah dalam kompetisi seperti ini."

Bisakah mereka menjuarai Euro 2020?

Timnas Italia memiliki deretan bakat yang cukup untuk melaju jauh di turnamen ini. Untuk bisa mendapatkan trofi untuk pertama kalinya sejak 1968, mereka perlu meningkatkan efektivitas di depan gawang lawan. Dengan kehadiran pemenang Sepatu Emas 2020, Ciro Immobile, di jajaran pemain mereka, gelar juara sangat mungkin untuk diraih oleh Azzurri. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

timnas italia Euro 2020

Sumber : Tempo

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top