Kesuksesan Prancis Juara Dunia Tak Dongkrak Popularitas Macron

Menjuarai Piala Dunia telah mengubah Prancis, yang telah lama pesimistis, menjadi optimistis, namun hal itu tidak mendongrak popularitas Presiden Emmanuel Macron.
Newswire | 18 Juli 2018 07:52 WIB
Foto yang menjadi viral, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut suporter menjelang kedatangan para pemain Timnas Prancis di Istana Presiden Elysee di Paris. - Reuters/Ludovic Marin

Bisnis.com, PARIS – Menjuarai Piala Dunia telah mengubah Prancis, yang telah lama pesimistis, menjadi optimistis, namun hal itu tidak mendongrak popularitas Presiden Emmanuel Macron, menurut suatu jajak pendapat pada Selasa (17/7/2018.

Sebanyak 62 persen orang Prancis yang diambil suaranya oleh Institut Polling Odoxa pada 16 Juli, sehari setelah Prancis menang 4-2 atas Kroasia di Moskow, mengatakan mereka kini optimistis mengenai masa depan.

Pada Maret 2016, saat terakhir kali Odoxa menanyakan pertanyaan serupa, 53 persen di antara mereka pesimistis.

Sebanyak 82 persen warga Prancis beranggapan bahwa kesuksesan Les Bleus akan mendongkrak harga diri nasional, 74 persen di antara mereka berpikir bahwa hal itu akan mendongkrak citra Prancis di luar negeri, dan 39 persen dari mereka mengatakan hal itu akan memberi dampak positif terhadap moral mereka sendiri, kata Odoxa.

Bagaimanapun, keberhasilan Prancis menjuarai Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah kesuksesan 1998 di kandang sendiri tidak mendongkrak popularitas Macron, meski foto pria 40 tahun itu sedang mengangkat tangannya untuk merayakan penampilan timnya menjadi viral di media sosial.

Hanya 39 persen suara dari jajak pendapat Odoxa yang mengatakan Macron adalah presiden yang bagus, penurunan 2 persen poin sejak jajak pendapat terakhir Odoxa pada 26 Juni.

"Kemenangan 2018 tidak akan memiliki dampak yang sama terhadap popularitas Emmanuel Macron, sebagaimana (kesuksesan) 1998 terhadap Jacques Chirac," kata Presiden Odoxa Gael Sliman dalam catatannya.

"Dia mungkin dianggap memiliki watak yang menyenangkan dalam suasana kegembiraan terkait kemenangan, tetapi hal itu jelas tidak mengubah ekspektasi apapun terhadap dirinya di front ekonomi dan sosial," ucapnya.

Meski demikian, kemenangan ini merupakan kabar baik bagi presiden Prancis, kata Sliman, mendongkrak moral menjelang pendekatan-pendekatan pengetatan ikat pinggang terhadap biaya bujet September.

"Ini situasi ideal untuk presiden, yang akan mengungkap reformasi-reformasi yang tidak akan membuatnya menjadi populer," tutur Sliman. "melakukan itu saat Prancis mengeluarkan gelas-gelas mewah mereka akan menjadi suatu aset."

Sumber : Antara/Reuters

Tag : timnas prancis, piala dunia 2018
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top