Prancis Juara Dunia, Ini Penyebab Faktor Pep Tak Berlaku untuk Inggris

Usai sudah pesta bola sejagat 4 tahunan yang untuk kali ini digelar di Rusia dengan menghasilkan Prancis sebagai juara.
M. Syahran W. Lubis | 16 Juli 2018 18:21 WIB
Kapten Inggris Harry Kane terlihat kecewa setelah timnya dikalahkan Belgia 0-2 dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2018. - Reuters/Lee Smith

Bisnis.com, JAKARTA – Usai sudah pesta bola sejagat 4 tahunan yang untuk kali ini digelar di Rusia dengan menghasilkan Prancis sebagai juara.

Ini untuk kedua kalinya Les Bleus meraih prestasi hebat itu setelah yang pertama persis 20 tahun silam ketika ajang akbar tersebut dihelat di negaranya.

Di sisi lain, semakin pula penantian fans sepak bola Inggris untuk menyaksikan skuat Three Lions menjadi juara Piala Dunia lagi setelah satu-satunya terjadi pada 1966, mungkin saat itu sebagian besar fans Timnas Inggris belum lahir dan hanya mendengat kisahnya.

Inggris hanya menduduki peringkat keempat. Salah satu hiburan ialah munculnya bomber dan kapten tim Harry Kane sebagai top skor dengan menjaringkan enam gol dalam tujuh pertandingan.

Sebenarnya cukup masuk akal jika Inggris dijagokan menjuarai Piala Dunia tahun ini. Mereka berkkuatan para pemain dengan talenta terbaik yang pernah mereka miliki selama beberapa tahun terakhir.

Di luar itu, skuat asuhan pelatih Gareth Southgate berharap ada faktor Pep Guardiola, pelatih Manchester City, yang mendorong Inggris untuk tampil sebagai juara kali ini.

Mungkin sekadar iseng-iseng, tetapi di sisi lain sebenarnya ada faktor teknis pula. Ketika Pep Guardiola, mantan pemain Timnas Spanyol, melatih FC Barcelona, tim Katalan itu tampil sebagai juara La Liga musim 2009-2010. Berikutnya, Timnas Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Berselang 4 tahun kemudian, Pep Guardiola sukses mengantar Bayern Munchen juara Bundesliga musim 2013-2014. Pada tahun itu pula Jerman mampu menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil.

Berangkat dari itu, banyak fans Inggris faktor Pep Guardiola pun menjangkiti Three Lions. Didukung oleh kehebatan Harry Kane dan kawan-kawan, mereka sangat berharap tim tersebut mengulangi kesuksesan dua generasi di atasnya mampu tampil sebagai juara dunia.

Namun, akhirnya itu memang tak terbukti. Inggris hanya menjadi semifinalis dan kalah pula 0-2 dari Belgia dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.

Faktor Pep Guardiola tak berlaku untuk Inggris. Sebenarnya itu wajar saja, karena sebenarnya kehebatan Pep Guardiola sebagai pelatih tak banyak memberi nilai tambah bagi Timnas Inggris.

Pada 2010, Spanyol diperkuat oleh tujuh pemain FC Barcelona, tim asuhan Guardiola. Itu jumlah terbanyak di tim juara Piala Dunia 2010. Begitu pula di Piala Dunia 2014, Jerman diperkuat tujuh pemain Munchen, yang ditukangi Guardiola. Munchen pemasok terbanyak pemain tim juara Piala Dunia 2014.

Namun, Timnas Inggris di Piala Dunia 2018 tidak didominasi para pemain Manchester City tim asuhan Pep Guardiola yang tampil sebagai juara liga Primer Inggris musim 2017-2018.

ManCity hanya menyumbang empat pemain yakni tiga bek Kyle Walker, John Stones, dan Fabian Delph serta penyerang Raheem Sterling. Jumlah itu lebih sedikit ketimbang Tottenham Hotspur yang memasok lima pemain: Harry Kane, Dele Alli, Danny Rose, Eric Dier, dan Kieran Trippier.

Kalau mau kita cermati lagi, variabel terbesar pembawa ManCity juara Liga Primer Inggris musim 20172018 ada di sejumlah pemain asing mereka, bukan pemain lokal Inggris sendiri. Sebut saja Sergio Aguero, Gabriel Jesus, Leroy Aziz Sane, Kevin de Bruyne, Fernandinho, dan kiper Ederson Moraes.

Jadi, sebenarnya wajar jika Inggris gagal mewarisi faktor Pep Guardiola untuk tampil sebagai juara Piala Dunia 2018. Beda kondisinya dibandingkan Spanyol pada 2010 dan Jerman 2014.

.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
timnas inggris, piala dunia 2018

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top