Piala Dunia 2018 Jepang vs Belgia, Nishino: Tak Ada Latihan Khusus Adu Penalti

Tim Jepang percaya diri menghadapi Belgia di laga 16 besar Piala Dunia Senin (2/7/2018) pukl 21:00 waktu setempat atau Selasa dini hari (3/7/2018) pukul 01:00 WIB. Sang pelatih Akira Nishino bahkan dengan jumawa mengatakan Jepang tidak mempersiapkan secara khusus latihan untuk adu penalti.
Sutarno | 02 Juli 2018 17:28 WIB
Akira Nishino, Pelatih Timas Jepang, saat jumpa pers di Piala Dunia 2018 di Rostov-on-Don Minggu (1/7/2018) - Reuters/Marco Djurica

Bisnis.com, JAKARTA — Tim Jepang percaya diri menghadapi Belgia di laga 16 besar Piala Dunia Senin (2/7/2018) pukl 21:00 waktu setempat atau Selasa dini hari (3/7/2018) pukul 01:00 WIB. Sang pelatih Akira Nishino bahkan dengan jumawa mengatakan Jepang tidak mempersiapkan secara khusus latihan untuk adu penalti.

“Kami tak pernah latihan khusus adu penalti di tim,” ujar Nishino seperti dilaporkan Sankei Shimbun.

Dia menilai latihan khusus penalti dengan skenario algojo 5 untuk sesi penalti 1 dan penalti 2 tak banyak berguna.

Bagi dia, latihan adu penalti seperti itu tidak akan memberikan tekanan psikologis sama persis seperti tekanan batin kepada eksekutor ketika adu penalti sungguhan di pertandingan resmi.

“Jadi para pemain secara individual harus menjalani latihan sendiri-sendiri, bukan sebagai tim,” tegas Nishino.

Meskipun demikian, pernyataan Pelatih Timnas Jepang itu masih diragukan, karena itu berarti Jepang percaya diri untuk menghadapi Belgia dalam skenario pertandingan normal plus babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit.

Tanda tanya muncul demi pertandingan terakhir di Grup H untuk memilih 2 dari 3 tim yang berhak lolos ke 16 besar, yaitu Kolombia, Senegal, Jepang sementara Polandia dipastikan tersingkir dengan 2 kali kekalahan.

Dalam laga penentuan Kamis (28/6/2018) tersebut, Nishino berpikir sangat pragmatis dengan memerintahkan skuadnya untuk mengulur-ulur waktu di babak kedua saat posisi pertandingan kalah 0-1 dari Polandia, demi  memastikan lolos Jepang Lolos.

Pada saat yang sama, kedudukan pertandingan Senegal sama-sama kalah  0-1 melawan Kolombia.

Dalam poisisi seperti itu, poin,selisih gol, dan head to head antara Jepang dan Senegal sama, yaitu 4 poin dengan selisih gol nol dan laga Jepang-Senegal sebelumnya berakhir seri 2-2.

Beruntung  FIFA menerapkan aturan Fairplay untuk memilih peringkat tim  dalam posisi seperti itu dan Jepang dalam hal ini lebih diuntungkan, karena koleksi hukuman kartu kuningnya lebih sedikit dari Senegal, sebagai tolok ukur Fairplay.

Yang terjadi, kemudian Jepang berusaha mengulur-ulur waktu ketika skor pertandingan 0-1 untuk kemenangan Polandia, yang sudah pasti tersingkir di Grup H.

Jepang pun akhirnya lolos ke babak 16 gesar sebagai runner up mendampingi Kolombia. Di babak 16, Jepang akan berhadapan dengan Juara Grup Polandia.

Tunggu Belgia Lengah

Pernyataan  Nishino  bahwa Jepang tak mengadakan latihan khusus penalti saat persiapan melawan Belgia, bisa jadi merupakan perang psikologi yang dilancarkan tim Jepang.

Jangan-jangan di balik pernyataan Nishino itu, Jepang justru kembali akan mengambil langkah pragmatis dengan menjaga agar pertandingan berakhir imbang hingga dilakukan adu penalti.

Apa jadinya kalau Jepang hanya mengandalkan permainan normal 90+ menit plus babak perpanjangan waktu 2x15?

Rupanya Nishino sangat percaya diri untuk bisa mengksplorasi kelemahan Belgia. Kuncinya ternyata di pada sang Penjaga Gawang Eiji Kawashima.

Kiper berusia 35 tahun tersebut pernah main di Liga Belgia selama lima tahun bersama Klub Lierse (2010-2012) kemudian dilanjutkan di Klub Standar Liege (2012—2105). Setelah itu dia pindah ke Dundee United (Skotlandia) selama 2015—2016, dan terakhir ke Liga Prancis bersama Metz hingga sekarang.

Enam tahun malang melintang di Eropa denga lima tahun bermain di Belgia,  Kawashima  diharapkan mampu membantu timnya untuk menguak celah-celah kelemahan Belgia.

“Kami sangat memahami kekuatan Timnas Belgia, tapi kami melihat banyak poin kelemahan Belgia. Kami akan memanfaatkan kelemahan itu dengan kekuatan positif yang kami miliki,” ujar seperti dilaporkan Sankei Shimbun di laman online-nya  Sankei.com.

Bernakah Jepang akan berlaga melawan Belgia tanpa mengandalkan tos-tosan adu penalti? Kita tunggu saja siapa yang menangis besok.

Apakah Jepang yang meratapi nasib karena tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk adu penalti. Ataukah justru Belgia yang menangis karen titik kelemahan terbaca dan dimanfaatkan dengan maksimal oleh Eiji Kawashima dan kawan-kawannya.

Tag : piala dunia 2018
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top