Timnya Menang Atas Korea Selatan, Pelatih Meksiko Berang Jadi Korban Pelanggaran

Drama dan pelanggaran menjadi bagian dalam laga sepakbola termasuk di Piala Dunia 2018. Namun, bagi pelatih Meksiko Juan Carlos Osorio, pelanggaran atas timnya saat menghadapi Korea Selatan bukanlah hal yang bisa diterima.
Newswire | 24 Juni 2018 06:59 WIB
Juan Carlos Osorio - Reuters/Jorge Lopez

Bisnis.com, ROSTOV-ON-DON, Rusia - Drama dan pelanggaran menjadi bagian dalam laga sepakbola termasuk di Piala Dunia 2018.

Namun, bagi pelatih Meksiko Juan Carlos Osorio, pelanggaran atas timnya saat menghadapi Korea Selatan bukanlah hal yang bisa diterima.

Berhasil mengalahkan Korsel 2-1, Meksiko mengalami 24 kali pelanggaran yang dilakukan para pemain dari Negeri Ginseng.

Deraan pelanggaran hingga dua lusin itulah yang tidak bisa diterima pelatih Meksiko Juan Carlos Osorio.

Osorio pun mendesak aksi melawan pelanggaran yang berulang-ulang setelah timnya menerima total 24 pelanggaran saat menang 2-1 atas Korea Selatan di laga Piala Dunia, Sabtu.

"Biasanya, saya tidak suka berbicara tentang wasit tetapi ada sesuatu yang tidak saya sukai dan itu adalah bahwa ada 24 pelanggaran  terhadap kami," kata Osorio seperti dikutip Antara dari Reuters, Minggu (24/6/2018).

"Sangat mudah untuk menganalisis siapa yang melakukannya. Demi kebaikan sepak bola, saya harap mereka mengambil tindakan pencegahan dan tindakan yang diperlukan."

Dalam laga tersebut, Korea Selatan menerima empat kartu kuning.

Meksiko, yang memiliki enam poin dari dua pertandingan dan berada di ambang 16 besar, memulai pertandingan awal mereka dengan kemenangan 1-0 atas Jerman.

Di sisi lain, Osorio memberi penghormatan kepada penggemar fanatik mereka.

"Ini sangat menghibur dan menarik untuk melihat bagaimana para penggemar Meksiko mengikuti tim mereka. Saya sangat terharu mendengarkan lagu kebangsaan, jadi bayangkan bagaimana perasaan para pemain," tambahnya.

"Saya tidak berpikir ada banyak kelompok pendukung yang menunjukkan semangat tanpa batas untuk tim mereka.."

Osorio juga ingat kritik pahit yang dia hadapi sebelum Piala Dunia.

"Sepak bola adalah tentang opini, itu sangat subjektif dan itu berubah sepanjang waktu," katanya.

"Analisisnya lebih banyak tentang hasil sehingga hal yang paling tepat bagi kami adalah terus mempersiapkan dan kemudian dilaksanakan. Kami harus mempersiapkan pertandingan berikutnya seolah ini yang terakhir dan meraih sejauh mungkin tahapan di Piala Dunia semampu kami," tegas Osorio.

Sumber : Antara/Reuters

Tag : piala dunia 2018
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top