UEFA Tolak Permohonan Keanggotaan Jersey

Jersey, negara pulau seluas 117 km2 di dekat pesisir Normandia di Prancis, gagal dalam upanya untuk bergabung menjadi anggota Union of European Football Association (UEFA).
M. Syahran W. Lubis | 26 Februari 2018 20:22 WIB
Markas UEFA di Nyon, Swiss - Reuters/Denis Balibouse

Bisnis.com, JAKARTA - Jersey, negara pulau seluas 117 km2 di dekat pesisir Normandia di Prancis, gagal dalam upanya untuk bergabung menjadi anggota Union of European Football Association (UEFA).

Aplikasi wilayah yang secara resmi dilindungi Britania Raya tetapi beridir sendiri itu ditolak pada kongres tahunan badan sepak bola Eropa itu pada Senin (26/2/2018).

Sebanyak 49 dari 55 delegasi di Kongres menaikkan simbol kartu merah ketika diminta suaranya terkait aplikasi Jersey.

"Jersey tidak didaftarkan sebagai anggota asosiasi UEFA," kata presiden UEFA Aleksander Ceferin, sambil menambahi bahwa permohonan itu akan kontras dengan statuta-statuta UEFA.

"Kami siap untuk memodernisasi untuk mengubah sepak bola, namun kami tidak di atas statuta-statuta kami sendiri, ini merupakan perubahan besar," tuturnya.

Jersey, merupakan negara berstatus Dependensi Kerajaan Britania yang berada di luar Britania Raya dan Uni Eropa, demikian ditulis Antara mengutip Reuters.

Dari penelusuran Bisnis, Timnas Jersey tercatat pertama kali menjalani pertandingan internasional melawan Guernsey, sesama negara berstatus Dependensi Kerajaan Britania, pada 27 April 1905 dengan hasil kekalahan dengan skor tipis 0-1.

Kemenangan terbesar Timnas Jersey diperoleh saat melawan Alderney pada 19 Maret 1994 dengan skor 18-0. Alderney juga negara berstatus Dependensi Kerajaan Britania.

Sementara itu, kekalahan terbesar Timnas Jersey mereka dapatkan dari Guernsey dengan skor 1-7 pada 18 April 2019.

Penolakan atas permintaan Jersey—yang memiliki luas 118,2 km2—untuk menjadi anggota UEFA menjadi agak ironis, mengingat Gibraltar, wilayah seluas 6,7 km2 yang bukan berstatus negara dan menjadi wilayah protektorat Inggris, bisa menjadi anggota UEFA sejak Mei 2013.

Tag : uefa
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top