Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Austria Vs Wales: Bale Sempatkan Diri Main Golf

Austria Vs Wales: Bale Sempatkan Diri Main Golf
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Oktober 2016  |  14:52 WIB
Austria Vs Wales: Bale Sempatkan Diri Main Golf
Gareth Bale - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Curi-curi waktu demi kegembiraannya itu berhasil dilakukan oleh Gareth Bale dengan baik. Saat menjalani latihan persiapan melawan Austria di babak kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup D zona Eropa, dia menyempatkan diri bermain golf. Bukan di lapangan, memang, melainkan di dalam sebuah ruangan di Vale Resort. Tiga temannya ikut bermain bersamanya.

Main golf memang tak bisa dilepaskan dari Bale. Ke mana pun pergi, dia selalu menyempatkan diri untuk bermain golf. Di sela persiapan Piala Eropa lalu pun dia malah asyik main menjelajahi padang golf.

Gara-gara tak bisa lepas dari permainan itu, dia pernah disambar gosip mengalami cedera gara-gara main golf. Dia hanya nyengir. “Kalau pensiun nanti, mungkin saya akan menjadi pemain golf,” katanya.

Berbeda dengan Zinedine Zidane, Chris Coleman, pelatihnya di timnas Wales, tenang-tenang saja. Justru keasyikannya menekuni hobi itu menjadi pertanda sang bintang rileks dalam melakoni laga di Ersnt Happel, Wina, dinihari nanti.

Dalam beberapa pekan belakangan, Bale memang dilingkupi oleh berita-berita yang tak sepenuhnya menyenangkan. Salah satunya penyerangan terhadap keluarga pasangannya, Emma Rhys-Jones, di Wales Utara. Gara-gara itu pula, dia mendapatkan pengawalan superketat.

Kabar lainnya menyebutkan bahwa agennya, Jonathan Barnett, telah bertemu dengan Jose Mourinho dan CEO Manchester United, Ed Woodward. Menurut berita yang muncul, kemungkinan besar Manchester United mencoba mendapatkan Bale.

Disebutkan juga, salah satu pemicu pertemuan itu adalah kondisi Bale di Santiago Bernabeu yang tak nyaman. Dia merasa masih berada di bawah bayang-bayang Cristiano Ronaldo.
Benarkah? Hanya Bale yang tahu. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Akhir pekan lalu, dia mencetak rekor hebat. Gol ke gawang Eibar merupakan gol yang ke-50 Bale di La Liga.

Namanya pun kini sejajar dengan pemain hebat lainnya, seperti Cristiano Ronaldo, Ronaldo lainnya—si gendut, legenda Meksiko—serta pemain asal Cile, Ivan Zamorano. Tak aneh bila pengamat sepak bola Spanyol, Terry Gibson, memuji Bale setengah mati.

“Sekarang dia telah menjadi salah satu pemain penting di Madrid. Tapi itu bukan akhir. Saya kira masih banyak kehebatan yang akan dipersembahkannya kelak,” tuturnya.

Chris Coleman juga memujinya. Menurut dia, kini Real Madrid telah mendapatkan Bale sesuai dengan harga yang dikeluarkannya pada saat membelinya, tiga tahun silam, dengan harga termahal di dunia.

“Bisa saja dia segera mendapatkan Liga Champions-nya yang ketiga di musim ini,” katanya. Selama bergabung dengan Madrid, dia telah mempersembahkan dua gelar si Kuping Besar.
Tak hanya Bale yang menggembirakan. Kabar bagus juga datang dari pemain lainnya, salah satunya adalah Joe Allen, yang bermain untuk Stoke City.

Akhir pekan lalu, dia menjadi orang yang paling dibenci oleh pendukung Manchester United karena menggagalkan kemenangan yang sudah di depan mata. Ini adalah golnya yang kedua pada musim ini. Sebelumnya, dia juga membuat gol ke gawang West Brom.

Coleman pun tenang. Dengan kondisi timnya yang seperti itu, lawatannya untuk beroleh tiga poin di Wina bisa terwujud, meski tentu tidak mudah. Dibanding lawan-lawan lainnya di grup ini, Austria menjadi lawan paling berat.

Satu hal yang menyenangkan Coleman. Pasukan asuhan Marcel Koller tak sepenuhnya berada dalam kondisi puncak. Dalam pertandingan pertama, mereka harus bekerja keras untuk mengalahkan tuan rumah Georgia dengan skor 2-1.

Penampilan ini mendapatkan kritik. Satu di antaranya datang dari Ralph Hasenhüttl, bekas pemain Austria yang kini melatih Leipzig, yang menyebut Koller sangat bergantung pada beberapa pemain yang dipercayainya.

“Tim ini sangat bergantung pada pemain. Ini menjadi masalah utama. Ketika pemain yang diandalkan gagal bermain atau buruk penampilannya, dia tidak punya solusi untuk mengatasi masalah di lapangan.

Masalah pun datang. Salah satu pemain pentingnya, Marko Arnautovic, dipastikan tak bisa tampil setelah mengalami cedera hamstring saat bermain melawan Manchester United, akhir pekan lalu. “Nah, sekarang kita akan melawan Wales. Rasanya, saya tidak terlalu yakin....”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Timnas Wales Timnas Austria

Sumber : Tempo.co

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top