SKANDAL KORUPSI FIFA, Sekjen Concacaf Diskors Sementara

Sekretaris Jenderal Concacaf Enrique Sanz dan dua ofisial sepak bola dari Afrika diskors sementara oleh komite etik FIFA pada Senin, ketika kejatuhan badan sepak bola dunia itu berlanjut dari penangkapan-penangkapan pekan lalu sebelum Kongres tahunan dan pemilihan presiden badan tersebut.
Newswire | 02 Juni 2015 05:20 WIB
Enrique Sanz - ESPN Deportes

Bisnis.com, ZURICH - Sekjen Concacaf Enrique Sanz dan dua ofisial sepak bola dari Afrika diskors sementara oleh komite etik FIFA pada Senin, ketika kejatuhan badan sepak bola dunia itu berlanjut dari penangkapan-penangkapan pekan lalu sebelum Kongres tahunan dan pemilihan presiden badan tersebut.

Sanz diskors menyusul pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan komite etik FIFA dan juga jaksa-jaksa AS, sedangkan ofisial-ofisial Asosiasi Sepak Bola Kongo (Fecofoot) Jean Guy Blaise Mayolas dan Badji Mombo Wantete juga diskors.

Presiden Konfederasi Sepak Bola ASmerika Utara dan Tengah serta Karibia (Concacaf) Jeffrey Webb dan rekannya Costas Takkas merupakan sebagian dari tujuh ofisial sepak bola yang ditangkap di Zurich, Swiss, pada Rabu pekan lalu, 2 hari sebelum Kongres tahunan Federation Internationale de Football Association (FIFA). Mereka ditahan dan akan diekstradisi ke AS dengan dakwaan-dakwaan korupsi.

Total, otoritas-otoritas AS mengatakan sembilan ofisial dan lima eksekutif media dan promosi olahraga didakwa dengan berbagai kasus yang melibatkan penyuapan bernilai lebih dari 150 juta dolar AS dalam rentang waktu 24 tahun.

Mereka mengatakan penyelidikan mereka mengekspos skema pencucian uang yang rumit, jutaan dolar dalam pemasukan-pemasukan tidak kena pajak, dan puluhan juta akun-akun luar negeri yang dimiliki oleh para ofisial FIFA.

Sanz yang lahir di Kolombia, yang telah menduduki posisi itu sejak 2012, juga telah diminta meninggalkan markas Concacaf pada Kamis lalu.

Komite etik mengatakan dalam pernyataannya bahwa Sanz diskors "menyusul keputusan-keputusan sebelumnya dan klarifikasi lebih lanjut, dan berdasar pada penyelidikan-penyelidikan yang dilakukan oleh kamar investigator Komite Etik dan fakta-fakta terkini yang dihadirkan oleh Kantor Jaksa AS untuk Distrik Timur New York."

Skors kepada pejabat Kongo "berdasarkan pada fakta bahwa terlihat berbagai pelanggaran Kode Etik FIFA yang dilakukan oleh ofisial tersebut," kata komite.

Mayolas, wakil presiden Fecofoot, dan Sekjen Wantete, diskors selama 90 hari sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut, yang diperbarui untuk 45 hari berikut.

Pada perkembangan lain, anggota dewan FA Heather Rabbats mengatakan dirinya mengundurkan diri dari satuan tugas FIFA melawan rasisme dan diskriminasi dengan dampak yang berlaku secepatnya.

"Seperti banyak hal di permainan, saya mendapati bahwa tidak dapat diterima di mana begitu sedikit hal yang telah dilakukan untuk mereformasi FIFA," kata Rabbatts dalam pernyataannya.

"Sudah jelas bahwa terpilihnya kembali presiden Blatter merupakan tantangan terhadap FIFA dan meneruskan perusakan reputasi badan sepak bola dunia, yang terus membayang-bayangi dan merongrong semua pekerjaan arena anti rasisme dan di atasnya."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fifa, Skandal Korupsi FIFA

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Top